Jumat, 18 Maret 2011

Walikota Syahrul Effendi, Rajin Bersepeda ke Kantor

Pak Walikota yang satu ini begitu mencintai sepeda. Saking 'kesengsemnya' sampai-sampai ke kantor pun ia tak sungkan untuk menggenjot agar bisa menikmati asyiknya bersepeda di Jakarta.

Syahrul Effendi/ Foto2 Novri TNOL Syahrul Effendi/ Foto2 Novri TNOL
BAGI Syahrul Effendi, Walikota Jakarta Selatan, bersepeda merupakan kewajiban, makanya seminggu dua kali yakni Selasa dan Jumat, ia selalu menggenjot sepeda dari rumahnya di Jl Citayam ke kantornya di Jl Pangeran Antasari, Jakarta Selatan. Selain menggenjot sepeda itu sehat, bersepeda juga mampu membantu mengurangi polusi.

Saat dijumpai  di kantornya, Syahrul baru saja tiba dengan sepeda idolanya yang digenjotnya dari rumah. Orang nomor satu di Jakarta Selatan ini nampak terlihat sangat segar dan ceria. Dan, yang penting dari semua itu adalah, ia merasa sehat dan bugar.

Syahrul Effendi selalu ceria Syahrul Effendi selalu ceria Bagi Syahrul, menggunakan sepeda sudah tidak asing lagi. Pasalnya  sejak masih duduk di bangku sekolah dasar, ia sudah naik sepeda dari rumahnya ke sekolah. Menggunakan sepeda juga dilanjutkan ketika duduk di SMP dan SMA.

Bahkan  ketika kuliah di Univesitas Jayabaya pun ia kerap menggunakan sepeda. “Banyak manfaat ketika mengunakan sepeda, selain bisa menyehatkan badan, juga bisa mengurangi emisi dan polusi udara,” tegasnya.

Agar penggunaan sepeda bisa lebih memasyarakat, maka ketika menjabat Walikota Jakarta Selatan, lelaki ramah ini langsung mencanangkan program car free day. Pada awalnya yang memanfaatkan car free day hanya sekitar 200 pengguna sepeda. Namun seiring berjalannya waktu dan merasakan manfaatnya, kini pengguna sepeda di Jakarta telah mencapai ribuan orang.

Syahrul Effendi terus berjuang untuk jalur khusus sepeda Syahrul Effendi terus berjuang untuk jalur khusus sepeda Bagi peraih penghargaan Wibawa Seroja Nugraha Lemhanas RI tahun 2008 ini, sepeda sudah menjadi alat transportasinya, tak heran berbagai jenis sepeda telah ia miliki. Tercatat sedikitnya ada sekitar 30 jenis sepeda dari yang konvensional hingga modern tertata rapi di rumahnya. Sepeda-sepeda tersebut diantaranya berjenis onthel, MTB dan sepeda lipat. “Saya menikmati hampir semua sepeda, lain jenis lain rasanya. Bersepeda itu tidak hanya gowes saja tapi juga menikmati,” pungkasnya.

Jalur Khusus Sepeda
Bagi komunitas sepeda maupun masyarakat lain, sosok lelaki berkumis tebal yang kini juga menjabat Ketua Dewan Pengurus Pusat KSI (Komite Sepeda Indonesia), sudah tak asing lagi. Maklum, keterlibatannya dalam hal genjot menggenjot sepeda sudah tak asing lagi. Bahkan ketenarannya semakin bertambah, ketika ayah empat anak ini akan membuat jalur khusus sepeda dari Taman Ayodya hingga Blok M. Memang hanya berjarak 1,5 km namun setidaknya itu sudah merupakan cikal bakal  jalur khusus sepeda yang pernah ada di Indonesia.

Naik sepeda itu aman dan nyaman! Naik sepeda itu aman dan nyaman! “Itu cikal bakal. Karena nanti kita juga akan mengusulkan jalur khusus sepeda di bantaran sepanjang Jl Tol Cililitan – Tj Priok,” ujar Syahrul.

Maket jalur khusus sepeda di bantara jalan tol Cililitan-Tj Priok telah dibuat oleh teman-temannya dan akan melibatkan Dinas Perhubungan DKI Jakarta. Selain itu, bersama dengan timnya, ia juga mencari jalan-jalan mana saja di Jakarta yang berpeluang untuk dijadikan sebagai jalur khusus sepeda.

“Lima tahun terakhir perkembangan penggunaan sepeda di Jakarta sudah sangat luar biasa. Diawali dari onthel, car free day dan langit biru. Ini perlu didukung karena dapat mengurangi penggunaan sepeda motor,”  papar lelaki kelahiran Bukit Tinggi, 17 Nopember 1957 ini.

Syahrul Effendi Syahrul Effendi Saat ini jumlah pengguna sepeda di Jakarta sudah mencapai 40.000 orang. Bila gerakan sepeda terus dikembangkan maka lebih dari 20.000 sepeda motor tidak terpakai. Dengan demikian maka emisi karbondioksida dari pembakaran BBM bisa berkurang. Oleh karena itu gerakan bersepeda mempunyai kontribusi yang besar terhadap lingkungan khususnya polusi dan penghematan BBM.

Untuk mendukung hijaunya lingkungan berbagai program KSI pun telah dicanangkan dan digulirkan. KSI sendiri merupakan wadah berhimpunnya komunitas sepeda di Indonesia yang mempunyai program memperjuangkan hak-hak bersepeda, memperjuangkan agar pemerintah daerah seluruh Indonesia membuat jalur sepeda, membuat car free day (hari bebas kendaraan bermotor), dan memperjuangkan hak pesepeda bisa difasilitasi dan dilindungi sebagaimana sesuai Undang-Undang No. 22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

Fasilitasi Pengguna Sepeda
Saat ini program KSI yang telah mendapat dukungan penuh dari Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo adalah Goes to School. Goes to School adalah program penggunaan sepeda bagi pelajar untuk menuju ke sekolah. Goes to School juga salah satu gerakan untuk mengurangi kemacetan di Jakarta yang sudah semakin parah. Program Goes to School dicanangkan karena sepeda merupakan alat transportasi yang sudah dikenal hampir seluruh anak Indonesia.

Selain itu naik sepeda juga sudah menjadi budaya Indonesia baik di perkotaan maupun di pedesaan. Oleh karena itu mendapatkan rasa aman dan nyaman adalah hal yang sangat penting mengingat banyak pengguna jalan yang masih diskriminasi terhadap pesepeda. Padahal sepeda pun termasuk angkutan kendaraan yang mempunyai hak di jalan raya.

“Untuk kenyamanan inilah  maka dibuat jalur khusus sepeda. Karena sepeda adalah angkutan ramah lingkungan yang punya kontribusi terhadap pengurangan emisi. Saya berharap masyarakat pengguna sepeda motor untuk bertoleransi, karena sekarang pengguna kendaraan bermotor masih kurang respon padahal sepeda merupakan alat transportasi yang ramah lingkungan. Undang-undang juga mengatur agar penggunaan sepeda yang perlu difasilitasi,” ujarnya.
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar