Rabu, 02 Maret 2011

Erna Santoso dan Kepeduliannya Pada Anak Bangsa

Foto : IstimewaFoto : IstimewaNAMA Erna Santoso, artis panas  di era tahun 1980-an, pastinya belum terlupakan.  Dia sempat membintangi beberapa film layar lebar. Dunia artis memang telah ditinggalkannya, namun kesibukannya sebagai wanita pebisnis, tetap dilakukannya. Dan, saat ini selain sibuk berbisnis, ia juga sibuk dengan kegiatan sosialnya.

Bahkan agar bisa konsens membantu masyarakat kecil ia telah membentuk Yayasan Peduli Anak Indonesia yang fokus membantu masyarakat yang kurang mampu. Yayasan yang dibentuk 11 tahun silam ini juga memberi bantuan pada anak-anak korban bencana alam juga di daerah konflik. Bantuan umumnya disalurkan ke wilyah seperti  Sumatera, Jawa Barat, Jawa Tengah dan Maluku.

Foto : Safari SidakatonFoto : Safari Sidakaton“Yayasan ini terbentuk sebagai bentuk komitmen kepedulian saya terhadap anak-anak,” ujar Erna Santoso yang ditemui TNOL saat menghadiri Mukernas Kosgoro di Wisma Mas Isman Jakarta, Jumat (10/12) lalu.

Menurut Erna, yang juga duduk sebegai Ketua Umum, ia sangat  peduli dengan nasib anak bangsa mengingat mereka  generasi pewaris bangsa Indonesia. Oleh karena itu agar anak-anak tersebut lebih cerdas dan pintar dari generasi sebelumnya maka harus diperhatikan dan dirawat. Jangan sampai anak-anak sebagai generasi penerus bangsa terpinggirkan dan menderita.

Foto : IstimewaFoto : Istimewa“Dari situlah kita peduli terhadap anak-anak yang menjadi korban bencana, konflik, dan penyandang sosial,” paparnya.

Saat ini sudah tidak terhitung jumlah anak-anak yang dibantu Erna Santoso dan yayasannya. Dan, hampir setiap terjadi bencana selalu Erna datangi untuk memberi berbagai bantuan terhadap anak-anak tersebut.

“Kalau ada musibah kita selalu turun tangan menemani mereka selama sebulan atau dua bulan,” ungkapnya.

Dalam membantu anak-anak korban bencana dan konflik, biasanya Erna menggelar berbagai kegiatan agar mereka tidak trauma. Diantara kegiatan yang dilakukan adalah trauma healling, mental dan memberikan macam bantuan-bantuan seperti pakaian dan alat-alat sekolah.

Foto : IstimewaFoto : IstimewaTidak itu saja, tanggal 9 Januari 2011, Erna Santoso dan yayasannya akan menggelar sunatan massal di Maguharjo, Yogjakarta yakni tempat pengungsian anak-anak korban Gunung Merapi. Dalam kegiatan sunatan massal tersebut, ia juga  akan bekerjasama dengan seniman-seniman Yogyakarta untuk menggelar lomba lukis. Dan, di yayasan yang dipimpinnya tidak ada perbedaan baik ras, suku, etnis,

“Kita tidak melihat ras, suku dan agama. Kalau kita mengadakan buka  puasa bersama, anak-anak yang non muslim juga ikut mengenakan  busana baju muslim. Kalau natal, kita juga ajak anak-anak yang muslim untuk datang,” paparnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar