Selasa, 29 Maret 2011

Soto Mie Amin Ligut, Pembeli pun Rela Antri

Foto: Safari SidakatonFoto: Safari SidakatonLETAKNYA tersembunyi yakni diantara rindangnya pohon sawo, pohon pete cina, pohon mangga bacang dan belimbing. Namun kondisi itu tidak membuat kedai yang menyediakan berbagai kuliner betawi antara lain soto mie dan tauge goreng tersebut tak pernah sepi dari pelanggan.

Hampir setiap hari kedai yang berada di Jl Durian No 47 Jagakarsa, Jakarta Selatan tersebut selalu dijejali pelanggan.
Foto: Safari SidakatonFoto: Safari SidakatonItulah Kedai Soto Mie Ligut milik Amin Ligut yang tak pernah sepi dari pelanggan, terlebih saat liburan seperti Sabtu dan Minggu.

Saking ramainya hingga melebihi kapasitas sehingga tak aneh jika melihat beberapa pelanggan harus mengantri menunggu giliran. Dan, ini sering dialami oleh komunitas yang menjadi pelanggannya seperti komunitas otomotif dan sepeda gowes.

Diakui oleh Amin Ligut (58), kedai yang dikelolanya sejak tahun 2004 ini memang selalu ramai dikunjungi pelanggan. Dia sangat bersyukur karena hampir tiap hari dagangannya habis. Hal ini terjadi karena selain rasanya enak, harganya pun terjangkau. Dan, Amin selalu mengutamakan kualitas terutama untuk semua bahan bakunya seperti toge maupun mie sehingga adonan yang dihasilkan selalu lezat dan nikmat.

Baba saya memang pernah pesan, kalau mau dagang ikutin saya, entar yang beli bakalan kaya kutu,” kata Amin Ligut dengan bahasa Betawi yang medok menirukan ucapan ayahnya, Ligut. Maksud pesan itu, bumbu masakan yang digunakan benar-benar diperhatikan. Berkualitas dan masih segar. “Baba juga pesan,  harga jual makanan juga jangan terlalu mahal. Kasih nasi jangan kebangetan dikit,” ingatnya.

Amin Ligut (Foto: Safari Sidakaton)Amin Ligut (Foto: Safari Sidakaton)Harga jual berbagai kuliner di Kedai Soto Mie Amin Ligut memang tidak membuat kantong jebol. Setiap satu porsi ukuran mangkok besar dijual dengan harga relatif murah. Soto mie daging Rp 6000, soto daging kuah santan Rp 10.000, tauge goreng Rp 5.000 dan nasi Rp 3.000.  “Biar dah untung sedikit yang penting lancar,” tambahnya.
Foto: Safari SidakatonFoto: Safari Sidakaton 
Pernah Dijahili
Setiap hari Kedai Soto Mie Amin Ligut buka pukul 04.00 higga pukul 18.00. Diperkirakan menghabiskan 40 kg daging sapi dan 9 kg mie kuning. Sementara pada hari libur, jumlahnya bisa meningkat.

Mengingat kedainya tidak pernah sepi dari pelanggan, Amin Ligut mengaku pernah dijahili oleh orang yang tak suka dengannya.  Namun, Amin berusaha tenang dan santai tanpa tergubris oleh perbuatannya yang ingin menjatuhkan usahanya. Bahkan ada yang usil menanyakan padanya, “berguru”  kemana kok kedainya bisa laku keras? Dengan rendah hati Amin menuturkan, semua rejeki yang diperolehnya merupakan kehendak dari Allah SWT. “Yang penting kita bangun malam sholat, minta ridho sama Allah,” ungkapnya.

Jujur diakui oleh Amin, keberhasilannya menjual soto mie dan toge goreng didapat dari ayahnya yang bernama Ligut. Kala itu Ligut berjualan soto mie di seputar Jl Tanah Abang Jakarta Pusat. Memang dari sepuluh anak Ligut hanya Amin Ligut dan Anda Ligut yang meneruskan bisnisnya. Dan, saat ini Anda Ligut juga telah membuka kedai soto mie di Jl Sirsak Jagakarsa, Jakarta Selatan.

Foto: Safari SidakatonFoto: Safari SidakatonPada awalnya, Amin Ligut menjajakan soto mie dengan berkeliling kampung yakni seputar Kampung Kandang (sekarang Ragunan), Kelapa Tiga dan Babakan. Amin berkeliling menjajakan soto mie dengan cara dipikul. Selain itu Amin juga kerap mangkal di SMP 49 Jagakarsa Jakarta Selatan.

Amin berjualan sejak masih berstatus bujangan hingga kini memiliki enam anak dan sembilan cucu. Ada satu anaknya yang bernama Amide yang meneruskan profesi Amin Ligut untuk berjualan soto mie betawi. Anak pertamanya tersebut bahkan telah membuka kedai di Jl Raya Jagakarsa I, Jakarta Selatan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar