Rabu, 02 Maret 2011

Knalpot 'Garang' Bikers Senang

Jayadi dan bengkelnya/ Foto-foto: Safari TNOLJayadi dan bengkelnya/ Foto-foto: Safari TNOLBENTUK bangunannya sangat sederhana dengan ukuran luas hanya 2 x 5 meter persegi. Namun, dari tempat yang sederhana itu banyak bikers mania dari wilayah Depok, Cileubut, Citayam, Bojong Gede, Cisarua, Citereup dan Bogor yang menyukai motornya mengeluarkan suara ‘garang’ mendatangi tempat ini.

Bengkel knalpot yang tidak memiliki nama ini adalah milik Jayadi (49). Bengkel ini terletak di Jl Pasar Lama Bojong Gede atau 10 meter arah ke Bojong dari perlintasan rel lapangan Siaga Pratama Bojong Gede Bogor. Bengkel knalpot ini merupakan satu-satunya di wilayah Bojong Gede, sehingga selalu didatangi para bikers dari berbagai penjuru wilayah Bogor dan Depok.

Banyaknya bikers yang mendatangi bengkel knalpot yang buka setiap hari dari pukul 09.00-18.00 Wib  ini karena harga jual knalpotnya relatif murah. Harga setiap knalpot racing baru, hanya dijual dalam kisaran Rp 70 ribu dengan kualitas baik meski harganya murah.

Knalpot racing yang dijual...Knalpot racing yang dijual...“Kalau ditempat lain harganya bisa Rp 120 ribu,” ujar Jayadi saat ditemui , Rabu (9/2).

Menurutnya, menjual knalpot dengan harga murah karena melihat daya beli bikers yang tinggal di wilayah Depok dan Bogor. Jika setiap knalpot dijual dengan harga mahal maka yang membeli hanya sedikit. Sementara jika dijual murah maka banyak bikers yang membeli.

Servis..Servis..“Kan lebih baik dijual murah, tapi banyak pembeli dari pada menjual mahal tapi yang beli satu,” papar mantan supir taksi ini.

Harga knalpot yang dijual murah tersebut tidak hanya untuk sepeda motor dua tak. Tapi, sepeda motor empat tak juga dijual murah. Tidak heran, dalam satu hari puluhan knalpot baru bisa dijual Jayadi. Bahkan, pada hari-hari tertentu seperti hari libur atau long weekend, penjualan knalpotnya bisa meningkat drastis.

Memeriksa knalpot..Memeriksa knalpot..“Sabtu kemarin, banyak bikers yang memadati bengkel ini. Sampai pekerja saya kewalahan melayaninya,” ungkap lelaki lulusan dari SMA Yapermas Jakarta ini bangga.

Selain menjual knalpot baru, di bengkel ini juga menerima perbaikan atau merubah knalpot dari standar menjadi bisa mengeluarkan suara garang atau bising. Tarif untuk membuat knalpot garang atau istilahnya dibobok tergantung jenis motornya.
Jika motor bebek dikenakan tarif sebesar Rp 60 ribu. Biasanya knalpot dibobok supaya sepeda motor yang dikendarai bisa berlari kencang.

Aktivitas...Aktivitas...Bisnis menjual dan service knalpot sudah ditekuni Jayadi sejak 13 tahun silam. Modal awal ketika pertama kali membuka bengkel adalah sebesar Rp 4 juta. Kini, berbagai keuntungan dari penjualan knalpot berhasil diperolehnya. Selain bisa membeli berbagai bidang lahan dan rumah. Kini, Jayadi juga memiliki 5 orang karyawan yakni Aziz, Teguh, Asep, Monday dan Udin.

Sebelumnya karyawan yang dimiliki Jayadi sebanyak 20 orang. Namun memasuki krisis moneter yang menerjang Indonesia, membuat sebagian karyawannya berangsur-angsur keluar dan membuka bengkel knalpot sendiri.
Ragam knalpot..“Dulu saya pemasok knalpot ke berbagai bengkel dan toko seperti di Kebon Jeruk, Ciledug dan Asem Reges, tapi memasuki krismon saya jual sendiri,” ujar lelaki kelahiran Jakarta, 3 Maret 1961 ini.

Dirinya tidak lagi memasok knalpot ke berbagai toko dan bengkel karena saat ini biaya produksi sangat tinggi. Sementara bengkel atau toko masih menerapkan harga knalpot sebelum krismon.

“Dalam sehari-hari saya bisa mengantongi uang bersih sekitar Rp 500-600 ribu. Lumayan bisa membuat dapur ngebul.Sekarang yang suka knalpot racing tidak hanya anak muda. Orang tua juga banyak yang suka karena motornya menjadi garang,” tambahnya menegaskan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar