Rabu, 02 Maret 2011

Manisnya Mie Ayam Sukabumi


Foto : Safari SidakatonFoto : Safari Sidakaton
MAKANAN ringan berupa mie yang berbahan terigu ini memang banyak nama dan variannya. Selain bernamakan bahan yang digunakan seperti mie ayam ceker, mie ayam bakso dan mie ayam jamu. Saat ini ada juga mie ayam yang menggunakan nama daerah. Nama daerah diambil dari asal pedagangnya.

Satu di antara yang menggunakan nama daerah adalah Mie Ayam Sukabumi. Mie Ayam Sukabumi tersebut dijual oleh Azis Muslim (38). Sudah satu lebih lelaki asal Jampang, Sukabumi, Jawa Barat, menjual Mie Ayam Sukabumi di Jl Masjid Nurul Kp. Serab (Kota Kembang), Depok.

Foto : Safari SidakatonFoto : Safari Sidakaton“Pada awalnya memakai nama Mie Ayam Jawa. Tapi karena banyak pedagang mie yang menggunakan nama daerah seperti Wonogiri dan Bangka maka terpikir untuk menggunakan nama asal daerah saya yakni Sukabumi,” ungkap Azis Muslim yang ditemui di sela-sela kesibukannya menghidangkan mie ayam spesial itu.

Penggunaan nama Sukabumi, sambung Azis, juga karena nama Sukabumi sudah melekat pada satu kuliner yang sudah tidak asing lagi di masyarakat Jakarta yakni Bubur Ayam Sukabumi. Karena ingin tampil beda dengan mie ayam lainnya maka ada perbedaan yang sangat kentara di Mie Ayam Sukabumi ini.

Foto : Safari SidakatonFoto : Safari SidakatonPerbedaan itu terletak di rasa kuahnya yang manis. Azis mengaku memang ingin membuat mie ayam racikannya berbeda dengan mie ayam lainnya. Oleh karena itu ketika meracik Mie Ayam Sukabumi, ditambahkan dengan kecap manis dari merk terkenal.

“Makanya ada yang menyebut Mie Ayam Sukabumi dengan mie ayam manis,” paparnya bangga.

Perbedaan lainnya yang terdapat di Mie Ayam Sukabumi, sambung Azis,  adalah cara pengolahan daging ayam. Daging ayam juga pilihan karena hanya diambil pada bagian paha saja dan kulitnya dibuang. Apalagi banyak orang yang tidak suka dengan kulit ayam yang mengandung banyak lemak.
Saat memasaknya daging ayam dipisahkan dengan bumbu. Sementara bumbu atau rempah-rempah yang digunakan seperti kunyit dan biji pala dimasak hingga kering dan  mengeluarkan aroma yang khas. Setelah daging ayam matang dan diangkat maka disatukan dengan bumbu yang sebelumnya telah matang.

Foto : Safari SidakatonFoto : Safari Sidakaton“Cara pengerjaan beda karena banyak pedagang mie ayam yang langsung memasaknya bersama bumbu,” ungkap ayah dua anak bernama Nur Halvi (13) dan Mohammad Arfad (6) ini.

Itulah yang membuat kelezatan Mie Ayam Sukabumi berbeda dengan lainnya. Selain itu aroma bumbunya juga sangat khas sehingga terasa nikmat di lidah. Selain ditaburkan dengan bawang goreng, saus cabe sebagai penambah rasa pedas juga pilihan dan berasal dari merk terkenal.

“Saya kasih saus yang bermerk supaya enggak asal. Saya enggak mau ambil untung banyak tapi mengabaikan rasa,” tegas suami dari Marlina ini.

Selalu menggunakan bahan-bahan pilihan itulah yang membuat Mie Ayam Sukabumi disukai banyak orang. Bila sudah sekali makan Mie Ayam Sukabumi maka sudah dipastikan akan balik lagi menikmatinya. Adapun pelanggan yang kerap menikmati Mie Ayam Sukabumi ada yang berasal dari Cibinong, Beji, Ciluer-Bogor dan  Tigaraksa Tangerang. Selain itu ada juga pelanggan yang berasal dari etnis Tionghoa.

Foto : Safari SidakatonFoto : Safari Sidakaton“Kalau orang Tionghoa saja sudah menikmati berarti Mie Ayam Sukabumi sudah diterima masyarakat lainnya,” jelas mantan pedagang buah di Pasar Induk Kramatjati ini.

Untuk bisa menikmati nikmatnya Mie Ayam Sukabumi ini ada berbagai macam pilihan harga. Untuk Mie Ayam Sukabumi biasa hanya Rp 7 ribu. Sementara jika ditambahkan dengan ceker ayam atau bakso Rp 9 ribu. Sedangkan jika komplet yakni ceker dan bakso maka hargnya Rp 11 ribu.

Selain menyediakan Mie Ayam Sukabumi, di gerai yang letaknya sangat strategis dengan parkir yang luas ini juga menyediakan berbagai minuman dari buah-buahan. Diantara minuman tersebut diantaranya adalah sop buah, jus buah dari jeruk, jambu, alpukat, apel dan stawberi. Semua minuman buah itu dipatok dengan harga Rp 6 ribu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar