Rabu, 02 Maret 2011

Mie Ayam Sugeng, Tidak Pernah Sepi….

Foto : Safari SidakatonFoto : Safari SidakatonTEMPATNYA sangat sederhana bahkan tak menjanjikan sebuah kenikmatan saat kita makan sesuatu, namun ternyata itu bukan ukuran. Dengan bangku dan meja kayu seadanya bahkan tidak dicat dan atap hanya berupa terpal biru yang sewaktu-waktu bisa digulung, disitulah para pelanggan duduk menikmati mie ayam buatan Sugeng.

Foto : Safari SidakatonFoto : Safari SidakatonSiang itu saat  berkunjung, sang empunya gerobak, Sugeng sedang membuat mie ayam yang menurut banyak orang rasanya sangat enak. Seakan tanpa henti Sugeng terus memenuhi pesanan mie dari pepanggan nyang datang dan pergi. Seperti biasa, makan siang memang sasaran pelanggan mie ayam Sugeng. Dan, butuh kesabaran untuk menyantap mie ayam buatannya.

“Mas, jangan pedes, sawinya banyakin ya?”teriak seorang wanita yang nampak tengah lapar dan dengan sabar menanti hidangan mie ayam yang tengah diracik Mas Sugeng. Sementara permintaan pelanggan lainnya seperti jangan pakai kuah, krupuknya dibanyakin, dan sebagainya pun terdengar.

Foto : Safari SidakatonFoto : Safari SidakatonItulah gambaran sekilas suasana di kawasan dagang mie ayam milik Sugeng yang terdapat di Jl Raya Bogor Km 24, (Gang H Husin) Kelurahan Susukan Ciracas Jakarta Timur. Walaupun tampilannya sangat sederhana, namun pedagang mie ayam ini tidak pernah sepi dari pelanggan. Hampir setiap hari dari sejak waktu buka pukul 08.00 WIB hingga menjelang tutup pukul 19.00 WIB kedainya selalu dibanjiri pelanggan. Pelanggannya pun dari berbagai kalangan dari pejalan kaki, pengendara sepeda motor hingga roda empat.

Yang menikmati mie ayam tersebut juga tidak pandang usia dan jenis kelamin, semua bisa menikmatnya. Bagi pelanggan yang tidak kebagian tempat malah rela menunggu untuk mendapat giliran. Mengingat banyaknya pelanggan yang menikmati mie ayam tersebut maka dalam satu hari bisa menghabiskan sedikitnya 20 kg mie. Sementara daging ayam sebagai pelengkap dari mie tersebut bisa menghabiskan sebanyak 5 ekor.

Foto : Safari SidakatonFoto : Safari SidakatonKetika menikmati mie ayam tersebut memang terasa beda dengan mie ayam kebanyakan. Mienya terasa lembut di lidah. Rasa daging ayamnya pun terasa sekali bumbunya. Sementara kuah di mie ayam tersebut juga terasa mantap dan nikmat. Selain itu porsinya juga sesuai dengan harganya.

Menurut Tole, adik dari Sugeng, mie ayam racikannya banyak diminati pelanggan karena sudah lama berdagang. Sejak tahun 1986, Sugeng telah berjualan mie ayam di sekitar daerah Susukan Ciracas.  Sebelumnya Sugeng berjualan mie ayam dengan keliling dari Pool Mayasari Bakti hingga Gg H Husin yang berjarak sekitar 500 meter.

Melihat pelanggannya semakin banyak ia pun berusaha mencari tempat dagang menetap. Kebetulan salah satu pemilik toko mengizinkan untuk berdagang di depannya. “Jualan di sini dari roda gerobak masih terbuat dari kayu,” papar Tole disela-sela kesibukannya meracik mie ayam.

Foto : Safari SidakatonFoto : Safari SidakatonApa sih rahasia mie ayam ini hingga diminati banyak orang? Tole menjawab, tak ada! Baik Tole maupun Sugeng tak pernah merahasiakan bumbu racikannya.  Semua bisa disaksikan dengan mata telanjang. Pelanggan bisa melihat proses membuatnya tanpa ditutup-tutupi. Bahkan untuk membuktikan tidak ada rahasia, Tole mempersilahkan untuk melihat dandang-wajan besar alat untuk merebus mie ayam.

“Semuanya bisa dilihat dengan jelas. Dulu ada yang mengatakan dandangnya ada buto ijo. Saya persilahkan untuk melihatnya sendiri. Apakah ada atau tidak,” tegasnya.

Tole mengungkapkan, cemooh negatif yang ditujukan ke kakaknya  bukan itu saja. Kakaknya juga pernah diisukan memasukan pakaian dalam wanita di dandang ketika memasak mie ayam. Namun lagi-lagi itu semua hanya isu untuk menjatuhkan agar perdagangannya mie ayamnya tidak berjalan. “Yang ngomong begitu karena syirik melihat dagangan kakak saya selalu ramai,” ungkapnya.

Ingin menikmati mie ayam buatan Sugeng? Mau mie ayam biasa dan mie ayam pangsit ? Silakan datang ke warung ini. Untuk menikmati mie ayam biasa harganya Rp 7 ribu sementara untuk mie ayam pangsit harganya Rp 8 ribu.  Itu belum berikut dengan minumannya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar