Rabu, 23 Februari 2011

Yang Untung dan Kecewa di Pemakaman Hasri Ainun Habibie

Selamat jalan Ibu Hasri Ainun Habibie, semoga amal ibadahnya diterima Allah SWT. [Foto: Istimewa]Selamat jalan Ibu Hasri Ainun Habibie, semoga amal ibadahnya diterima Allah SWT. [Foto: Istimewa]Pemakaman Ibu Hasri Ainun Habibie, istri mantan Presiden Bahruddin Jusuf Habibie di Taman Makan Pahlawan (TMP) Kalibata Jakarta Selatan, Selasa (25/5) ternyata dimanfaatkan banyak kalangan untuk mengeruk rejeki. Mereka tidak malu - malu menawarkan produk dagangannya kepada setiap khalayak yang menghadiri pemakaman tersebut. Memang dalam pemakaman ini banyak khalayak yang hadir. Mereka yang hadir adalah dari kalangan pejabat, duta besar, pengusaha, mantan pejabat dan masyarakat umum.

Banyaknya kerabat yang menghadiri inilah yang dimanfaatkan Bambang Sutoyo (45), sales alat komunikasi wireless untuk menawarkan produknya.

Suasana upacara pemakaman [Foto:  Safari Sidakaton]Suasana upacara pemakaman [Foto: Safari Sidakaton]Setelah absen terlebih dahulu di kantornya yang terletak di kawasan Manggan Dua Jakarta Barat, tepat pukul 08.00 WIB, Bambang sudah stand by di pelataran TMP Kalibata. Brosur produk sebanyak 100 eksemplar pun sudah disiapkan untuk diberikan kepada setiap pelayat yang menghadiri pemakaman tersebut.

Namun hingga pemakaman usai pada pukul 12.00, belum ada satu pun  konsumen yang tertarik untuk membeli produknya. Menurut Bambang, ada banyak faktor yang menyebabkan orang yang dihampiri tidak tertarik untuk membeli produknya. Di antaranya adalah karena hari ini orang - orang yang dihampirinya sedang berduka cita.

Dijaga ketat aparat [Foto: Safari  Sidakaton]Dijaga ketat aparat [Foto: Safari Sidakaton]"Mungkin timing-nya belum pas karena hari ini lagi berduka," ujar Bambang.

Padahal untuk menarik konsumen, berbagai trik dan cara pun dilakukan Bambang. Bambang bahkan sempat mengikuti konsumen hingga masuk ke mobil agar membeli produknya. Tapi tetap saja upaya yang dilakukannya belum berhasil alias belum ada konsumen yang tertarik untuk membeli produknya.

Dalam menawarkan produk alat komunikasi wireless ini sebanyak 20 tim pun diturunkan untuk membantu Bambang. Mereka terdiri dari kaum perempuan dan laki - laki. Dengan cekatan para sales ini menghampiri setiap pelayat yang keluar dari komplek pemakaman.

Terus... dan terus tawari sampai ada keputusan dari calon konsumen 'ya' atau 'tidak' [Foto: Safari  Sidakaton]Terus... dan terus tawari sampai ada keputusan dari calon konsumen 'ya' atau 'tidak' [Foto: Safari Sidakaton]Namun setiap dihampiri, para pelayat ini sudah siap dengan tangannya untuk menolak produk yang mereka tawarkan. "Enggak - enggak. Terima kasih," ujarnya singkat kepada setiap sales yang mendekat.

Tidak adanya konsumen yang tertarik untuk membeli produk tersebut sangat berbeda ketika Bambang dan kawan - kawannya menjajakan dagangannya dalam perhelatan kongres Partai Demokrat yang berlangsung di Bandung kemarin. Dalam ajang pemilihan ketua umum partai tersebut, sebanyak 100 unit alat komunikasi wireless bisa dijual Bambang seorang diri. Itu belum termasuk dengan teman - teman Bambang yang lainnya.

"Kalau hari ini sama sekali belum ada yang laku," paparnya.
Pedagang asongan pun tak mau kalah  [Foto: Safari Sdakaton]Pedagang asongan pun tak mau kalah [Foto: Safari Sdakaton]
Sementara itu Debleng (25), penjual mainan malah mendapatkan keuntungan yang besar. Karena hingga pemakaman usai, Debleng bisa mendapatkan uang sebanyak Rp 70 ribu. Padahal pada hari biasa, uang sebanyak itu belum tentu didapatnya dalam tempo setengah hari.
Ada sekitar 15 mainan kletekan dan lele - lelean yang berhasil dijual Debleng ke setiap anak - anak yang ikut melayat bersama orang tuanya. Harga setiap mainan tradisional yang dijualnya sekitar Rp 5 ribu. Kebanyakan mainan yang diminati anak - anak adalah kletekan yakni kincir kertas.

"Lumayan hari ini. Saya sudah dapat uang sebanyak Rp 70 ribu," ujarnya senang.
Debleng yang mengaku berasal dari Subang dan tinggal di kawasan Condet, Jakarta Timur ini dari pukul 10.00 WIB sudah berada di TMP Kalibata. Dalam menjajakan dagangannya, Debleng cukup mendekati anak - anak Serius banget nawarinnya, ya [Foto: Istimewa]Serius banget nawarinnya, ya [Foto: Istimewa]yang dibawa orangnya ikut melayat. Dengan memainkan kletekan maka anak - anak akan tertarik melihatnya. Bila sudah demikian maka anak - anak tersebut pasti meminta untuk dibelikan dan jika dilarang orang tuanya pasti akan menangis.

Sangat senang dengan pendapatannya hari ini, baru saja pemakaman usai dan pelayat banyak yang belum beranjak dari komplek pemakaman tersebut, Debleng langsung berangsur pergi meninggalkan TMP Kalibata. Mungkin dalam benak Debleng, hari ini sudah cukup uang yand didapat sehingga hari ini bisa digunakan untuk beristirahat lebih banyak di tempat kosnya di kawasan Condet, Jakarta Timur.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar