Ayam Bakar Jahanam memang berbeda dengan ayam bakar pada umumnya. Daging ayam bakar ini sangat lembut dan empuk. Aroma rempah-rempahnya tidak hanya merasuk dan mengikat ke dalam daging tapi hingga ke sum-sum tulang. Tidak heran, ketika kita menikmatinya, tulangnyanya pun bisa kita gigit dan hisap.
Ayam Bakar Jahanam ini bisa dinikmati di Kedai Winarto yang terletak di Jl Kapten Tendean 18 B Jakarta Selatan atau tepatnya diseberang pom bensin “Shell” Tendean. Hampir setiap hari terutama pada jam istirahat kantor, kedai ini tidak pernah sepi dari pelanggan.
Winarto menuturkan, kata jahanam yang melekat di ayam bakar juga membuat bahan ledekan para pelanggan untuk juru masaknya. Dan, kata ini lebih ditekankan kuat oleh pelanggan ketika memesannya. “Seperti saya pesan ayam bakar, jahanam!” ujarnya sambil tersenyum. Selain jadi bahan ledekan, kata Jahanam ini juga sering mengundang senyum pelanggan saat memesan.
Apa sih keistimewaan ayam bakar ini? Dijelaskan oleh Winarto, bahwa kesitimewaannya terletak dari cara pembuatannya dimana sebelum ayam dibakar, daging ayam diungkep dengan berbagai rempah-rempah. Usai diungkep dan ditiriskan, daging ayam yang masih panas langsung dimasukan ke dalam bumbu berulangkali sehingga bumbu meresap hingga ke dalam tulang ayam. Agar bumbu meresap dengan sempurna, daging ayam harus didinginkan selama 6 hingga 8 jam.
Saat membakarpun, daging ayam akan dilumuri bumbu tambahan campuran dari bawang merah, daun jeruk, asem kandis, kecap dan merica. Bumbu tambahan ini merupakan perpaduan kaldu hasil ungkepan ayam yang telah dipanaskan sehingga menjadi mengental.
Banyak yang menyebut bumbu tambahan yang aroma rempahnya menyengat dan kental tersebut sebagai saus. Bahkan ada yang mengatakan sausnya mirip steak. Semua proses pembuatan dan bumbu campuran itulah yang membuat ayam bakar ini berbeda dengan ayam bakar lainnya.
Winarto mengakui, untuk membuat hidangan semacam butuh waktu tiga tahun. “Sebelumnya saya uji coba diberbagai acara kampung seperti Agustusan dan rapat RT. Setelah dirasa cocok dan pas dengan bumbu-bumbunya barulah saya berani menjualnya,” paparnya.
Saat ini Ayam Bakar Jahanam baik dada/sayap atau paha dijual dengan harga Rp 12.000 per-porsi. Harga tersebut belum termasuk nasi. “Kalau dengan nasi nambah tiga ribu rupiah lagi,” jelasnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar