Selasa, 22 Februari 2011

Komunitas Electron Berry, BB Jadul Tetap Eksis

Komunitas Thread BB Elektron/ Foto: Novri TNOLKomunitas Thread BB Elektron/ Foto: Novri TNOLAlat komunikasi yang satu ini sudah tidak asing lagi bagi masyarakat Indonesia. Apalagi banyak fitur atau aplikasi yang tersedia sehingga membuat banyak orang ingin memilikinya. Itulah sekilas tentang BlackBerry (BB), perangkat selular yang memiliki kemampuan layanan push e-mail, telepon, sms, internet dan berbagai kemampuan nirkabel lainnya.

Saat ini, pengguna BlackBerry di Indonesia yang pertama kali diperkenalkan tahun 1997 oleh perusahaan Kanada, Research In Motion (RIM) sangat fenomenal. Penggunanya setiap tahun selalu mengalami peningkatan. Bahkan gadget canggih tersebut menjadi kebutuhan ‘wajib’ sebagai simbol lifestyle.

Berbagai kelebihan itulah yang membuat sekelompok orang begitu tertarik pada perangkat selular ini. Bahkan, mereka pun membentuk satu komunitas agar bisa sharing serta berbagi informasi supaya tetap up to date. Satu diantara komunitas pecinta BlackBerry adalah komunitas Electron Berry.

Electron Berry, adalah komunitas yang khusus menggemari BlackBerry produksi tahun 2004-2005 seperti seri 8700c, 8700g, 8700r, 8700v, 8707g, 8707h, 8707v, 8707 (3G), 8703e dan 8703 CDMA. Komunitas ini dibentuk pada Maret 2010.

Tetap eksis walau terbilang jadul..Tetap eksis walau terbilang jadul..Meski, usianya baru satu tahun, namun anggota komunitas ini telah menyebar ke berbagai pelosok daerah seperti Jakarta, Palembang, Bandung, Yogyakarta, Surabaya, Bali dan Kalimantan. Biasanya, mereka mengadakan kopi darat atau gathering setiap satu-dua bulan sekali.

Untuk mini gathering yang dihadiri sekitar 5-7 orang biasanya anggota BlackBerry Elektron mengadakan pertemuan di sekitar wilayah Blok M Jakarta Selatan.
Dibentuknya komunitas tersebut berawal dari sebuah forum pada sebuah website yang membahas tentang BlackBerry Elektron. Dari saling memberi informasi tentang software dan hardware seperti sistem operation, aplikasi, trackwheel, baterai, housing dan catalog mengenai BlackBerry Elektron. Akhirnya sepakat membentuk komunitas thread khusus BlackBerry Elektron, atau Electron Berry.

“Kita membentuk komunitas thread khusus BlackBerry Elektron karena BlackBerry buatan 2004-2005 bentuknya unik dan sudah langka,” ujar Ashar F Anwar, salah satu moderator yang ditemui TNOL di Permata Hijau Jakarta, Sabtu (19/2).
Foto: DokFoto: Dok
Selain Ashar F Anwar, ada empat moderator lainnya yang ditemui yaitu, Ajup (Hendrik), Faizal (Moccainnell), Defri (Defricuy) dan Seno Aji Airlangga (Seno W). Satu persatu mereka pun memberikan berbagai informasi seputar berbagai kelebihan yang dimiliki BlackBerry Elektron.

Diantara mereka juga ada yang bisa memperbaiki BlackBerry Elektron dari berbagai kerusakan. Saat ini banyak tukang service yang tidak menerima perbaikan BlackBerry Elektron karena komponennya sudah tidak tersedia.

Menurut Seno, aplikasi yang terdapat di BlackBerry Elektron tidak kalah dengan BlackBerry buatan terbaru. Kekurangan yang terdapat di BlackBerry Elektron hanya tidak memiliki VGA, kapasitas memori dan ram yang masih kecil dan belum adanya memori ekstenal.

Namun, jika dibandingkan dengan daya tahan maka BlackBerry Elektron memiliki kekuatan yang tidak ada bandingannya. Bahkan, ketika terjatuhpun BlackBerry Elektron masih tetap bisa dioperasikan alias masih hidup.

“Makanya saya bangga punya BlackBerry Elektron, karena walaupun memori dan ramnya yang masih kecil, tapi, aplikasinya tidak kalah sama yang keluaran terbaru,” kata Seno yang diamini empat moderator lainnya.
Sementara itu menurut Moccainnell dengan menggunakan BlackBerry Elektron juga membuat banyak orang yang melirik dan tertarik untuk memilikinya. Apalagi harga BlackBerry Elektron mengalami peningkatan setiap tahunnya.

“BlackBerry Elektron banyak yang dicari orang. Kalau full set harganya bisa mencapai Rp 2 juta,” ujarnya.


Melayani Service
Foto: DokFoto: DokMengingat BlackBerry Elektron termasuk barang langka karena sudah tidak diproduksi lagi oleh RIM, untuk mengantisipasi berbagai kerusakan apalagi tukang servis handphone tidak akan menerima mengingat komponennya sudah tidak ada lagi, maka beberapa  moderator komunitas tersebut siap memberikan layanannya.
Ongkos servis tergantung kerusakan yang dialami BlackBerry Elektron. Jika yang mengalami kerusakan seputar software seperti sistem operasi, aplikasi dan tema maka ongkosnya minimal Rp 50 ribu.

Sedangkan jika yang mengalami kerusakan seputar hardware-nya seperti trackwheel, baterai dan housing maka tergantung permintaan apakah ingin diganti atau diperbaiki atau istilahnya di-‘kanibal.’
“Kalau ongkos servis tidak bisa memastikan. Itu tergantung dari kerusakannya,” ucap Ashar.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar