Dan, saat ini pola hidup vegetarian kian marak digembar-gemborkan oleh khalayak ramai. Ada yang beralasan bahwa untuk menyelamatkan bumi maka harus bervegetarian (Terkait dengan polusi udara yang disumbangkan oleh hewan ternak). Selain itu banyak fakta lain yang membuat kita berpikiran untuk menjadi seorang vegetarian.
Pada awalnya komunitas vegetarian yang saat ini anggotanya mencapai 60 ribu orang ini bernama Keluarga Vegetarian Maitreya Indonesia (KMVI). Namun pada tanggal 8 Agustus 1998 berganti nama menjadi Indonesian Vegetarian Society (IVS) dengan motto Save our World. IVS adalah organisasi vegetarian Indonesia yang bersifat nirlaba dan telah terdaftar menjadi anggota International Vegetarian Union sejak tahun 1999.
“Saat ini orang vegetarian sudah cukup banyak, hanya belum punya wadah. Oleh karena itu kami bersama teman-teman membentuk wadah dengan nama Indonesian Vegetarian Society,” kata Dr Drs Susianto, MKM, Ketua Indonesia Vegetarian Society (IVS) yang ditemui di Universitas Indonesia, medio Januari kemarin.
Menurut Susianto, terbentuknya organisasi vegetarian di Indonesia masih jauh tertinggal dibandingkan dengan negara lain. Apalagi jika dibandingkan dengan Inggris yang telah membentuk organisasi vegetarian sejak tahun 1847 dan tergabung dalam wadah vegetarian dunia sejak tahun 1908.
Susianto menuturkan, ada beberapa hal yang menjadi tujuan dibentuknya IVS, diantaranya untuk menyebarluaskan informasi seputar kehidupan vegetarian di Indonesia dan mengembangkan cinta kasih universal serta menyelamatkan kehidupan dunia melalui vegetarianisme.
Oleh karena itu berbagai kegiatan dilakukan IVS seperti seminar vegetarian yang menghadirkan para pembicara mulai dari ahli gizi, dokter sampai para rohaniawan. Festival dan demo masak yang memperkenalkan resep-resep masakan vegetarian dan konsultasi seputar kehidupan bervegetarian.
Hidup dengan pola vegetarian, sambung Susianto juga tidak menyalahi kodrat manusia. Karena konsep vegetarian adalah memperoleh gizi seimbang yang bisa didapat dari makanan nabati saja.
“Semua zat gizi itu bisa dipenuhi oleh nabati seperti lemak, protein, karbohidrat, vitamin dan mineral,” tegas lelaki yang juga menjabat sebagai President Of Vegan Society Of Indonesia (VSI) ini.
Memakan nabati juga sesuai dengan himbauan dari Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) agar manusia mengurangi konsumsi hewani dan lebih memperbanyak mengkonsumsi nabati karena lebih ramah lingkungan. Apalagi peternakan hewan kontribusinya terhadap global warming sangat besar. Food Agruiculture Organization (FAO) mencatat peternakan memberi kontribusi terhadap gas kaca sebesar 18%. Sedangkan dari sektor lain seperti transportasi udara, laut dan darat kontribusinya hanya 13%.
Istilah 'vegetarian' diciptakan pada tahun 1847. Kata ini berasal dari bahasa Latin vegetus, yang berarti keseluruhan, sehat, segar, hidup. Kata vegetarian pertama kali digunakan secara formal pada tanggal 30 September tahun itu oleh Joseph Brotherton dan lain-lain, di Northwood Villa, Kent, Inggris.
Kaum vegetarian tergolong beberapa jenis :
1.Vegan, kelompok vegetarian murni, dengan tidak mengkonsumsi makanan hewani juga telur dan susu.
3. Lacto – Ovo Vegetarian, kelompok yang pantang makan daging jika harus di sembelih dahulu, jadi telur dan susu masi di perbolehkan.
4. Pesco Vegetarian, kelompok vegetarian yang masi mengkonsumsi daging ikan.
5. Fluctarian Vegetarian, kelompok vegetarian ini selain pantang makan daging, susu dan telur; juga pantang makan lobak, alasannya ketika saat panen jenis tanaman ini langsung mati.
6. Semi Vegetarian, kelompok vegetarian yang masih mengkonsumsi daging berwarna merah, yang umumnya terdapat pada daging unggas.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar