Rabu, 02 Februari 2011

LRCI, 'Ngumpulnya' Land Rover Mania

Deretan Land Rover milik komunitas LRCI/ dokDeretan Land Rover milik komunitas LRCI/ dokTampilannya yang gagah, kekar, sporty serta serbaguna  (multy purpose) karena bisa digunakan dalam berbagai medan membuat banyak kalangan baik pria dan wanita menyukai kendaraan yang satu ini. Itulah Land Rover, salah satu kendaraan buatan Inggris yang hingga kini masih tetap eksis.

Kendaraan jenis  4x 4 Far yang diproduksi tahun 1948 tersebut  hingga kini masih ada tak lain berkat perhatian dari komunitas Land Rover Club Indonesia (LRCI). LRCI yang merupakan perkumpulan penggemar olahraga otomotif 4X4 khususnya mobil Land Rover ini dibentuk di Jakarta pada 05 Agustus 1987 dan memiliki sekretariat di Jl Radio Dalam Raya No 80 Jakarta Selatan.

Manuver di medan berat...Manuver di medan berat...LRCI sebagai klub nirlaba yang telah terdafatar di IMI DKI saat ini telah memiliki anggota sebanyak 450 orang yang tersebar di beberapa daerah seperti Jabodetabek, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Sumatera (Bengkulu, Padang, Riau, Aceh) dan Kalimantan (Banjarmasin).

Bahkan LRCI juga memiliki anggota di Amerika Serikat, Kanada, Jerman, Malaysia dan Italia.
Para anggota LRCI tersebut memiliki Land Rover dengan berbagai jenis seperti Series I, Series II, Series III, Stage I, Light-Weight, 101 Forward Control, Defender, Freelander, Discovery Range Rover, Military Type dan Special Modification V.

LRCILRCI“LRCI dibentuk atas kesamaan hobi, karena kalau jalan sendiri-sendiri gak seru. Dengan berkumpul kita juga bisa mengetahui apa kekurangan, karena Land Rover termasuk mobil tua,” kata Hanung Wicaksono, Ketua LRCI.

Sebelum Hanung Wicaksono, LRCI telah dipimpin oleh beberapa pengurus seperti Endro Suprapto, Andiman Ahmad, Grepiong Kamil dan Hari Prasetyo. Kepengengurusan LRCI ditetapkan setiap tiga tahun sekali secara demokratis pada Rapat Umum pada bulan Agustus bersamaan dengan perayaan ulang tahun club.


Komunitas Unik
Hanung Wicaksono..Hanung Wicaksono..Meski sebagai komunitas otomotif yang kerap mengadakan kegiatan touring dan offroad. Ternyata, LRCI memiliki keunikan tersendiri yang tentunya sangat berbeda dengan komunitas otomotif lainnya. Saat ini LRCI memiliki badan usaha berupa koperasi. Tujuan pendirian koperasi yang dibentuk saat kepemimpinan Grepiong Kamil adalah untuk memakmurkan dan menyejahterakan anggota LRCI.

Berbagai kegiatan koperasi LRCI pun telah dilakukan seperti simpan pinjam terhadap anggota. Bukan itu saja, kegiatan atau event yang mengharuskan ada badan usaha juga telah dilalukan koperasi LRCI yang kini modalnya telah mencapai Rp 50 juta. Selain memiliki koperasi, nomor rekening yang dimiliki LRCI juga bukan nama pribadi namun atas nama LRCI  sehingga memiliki badan hukum yang tetap.

Medan yang biasa dilaluiMedan yang biasa dilalui“Dibentuknya koperasi juga supaya kalau ada kegiatan seperti event atau lainnya bisa dilakukan LRCI. Jadi tidak jatuh ke orang lain,” ungkap lulusan sarjana arsitektur dari UGM ini.
Keunikan lainnya, LRCI juga membentuk LRCI Kids, yakni komunitas anak-anak dari pemilik Land Rover. Ada banyak kegiatan yang dilakukan LRCI Kids yang dibentuk pada tanggal 4 September 2004. Diantara kegiatan LRCI Kids adalah pengenalan alam, perlindungan lingkungan hidup dan penghijauan serta pengenalan “Safety Driving”.

Mendaki..Mendaki..Adapun kegiatan yang pernah dilakukan LRCI Kids antara lain adalah LRCI Kids di Bodogol Lido Sukabumi, LRCI Kids di Griya Alam, Ciganjur, Jakarta, dan LRCI KIDS Go Green di Wisata Alam Pesanggrahan, Lebak Bulus.

“Kita memawadahi anak-anak yang tujuannya supaya ada regenerasi di LRCI agar mengerti tentang organisasi,” papar ayah dari Savana Wicaksono ini.

Dan keunikan lainnya yang terdapat di LRCI yaitu saat melakukan bakti sosial (baksos) kepada para korban bencana alam. Setiap baksos yang dilakukan LRCI adalah pasca bencana, yakni disaat para korban bencana tersebut telah dilupakan maka LRCI akan masuk memberikan berbagai bantuan yang diperlukan seperti membangun rumah, MCK atau sekolah.

Tua tapi tangguhTua tapi tangguhBahkan saat terjadi gempa di Pangelengan, LRCI membuat desa binaan untuk para korban bencana. Oleh karena itu kegiatan baksos yang dilakukan LRCI bisa memakan waktu lama dan hingga berbulan-bulan karena baksos yang dilakukan LRCI adalah berkesinambungan dan berlanjut.
“Kalau baksos kita punya trik khusus, yakni masuk pasca bencana. Disaat orang hampir melupakan, kita masuk dan baksos itu tidak hanya sekali selesai,” tegas suami dari Lia ini meyakinkan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar