Senin, 14 Februari 2011

Badut 494, Komunitasnya Mobile Radio

Kru Badut 494 interaksi/ Novri TNOLKru Badut 494 interaksi/ Novri TNOL‘Bete abis’ selama dalam perjalanan menyusuri jalan-jalan ibukota Jakarta. Terlebih  hampir setiap hari, semua jalan baik protokol maupun alternatif di Jakarta mengalami kemacetan yang parah. Biasanya untuk mengatasi hal tersebut diperlukan teman untuk sekedar mengobrol sehingga ketika menyusuri jalan terasa tidak membosankan.

Saat ini ada satu komunitas yang bisa menjadi teman obrolan Anda dalam menyuri jalan-jalan di Ibukota Jakarta. Berbagai informasi apapun dan guyonan yang menyegarkan akan bisa didapat jika bergabung dalam komunitas ini. Adalah Badut 494 Mobile Community, yakni komunitas orang-orang yang menggunakan radio komunikasi sebagai sarana bersosialisasi.

Komunitas ini menggunakan frekwensi 144940 Mhz. Karena keberadaanya yang sangat bermanfaat membuat Badut 494 Mobile Community memiliki banyak anggota dari berbagai komunitas, terutama dari komunitas otomotif. Biasanya mereka mengadakan pertemuan atau kopi darat setiap hari Jumat malam di Jl Tebet Barat IV Jakarta Selatan.

Badut 494Badut 494“Dengan bergabung di Badut 494 Mobile Community maka kita bisa mendapatkan segala informasi, tidak hanya jalanan yang macet saja,” ujar Taufik Mansjur, anggota senior Badut 494 Mobile Community.
 
Selain mendapatkan segala informasi seputar jalan raya. Dengan bergabung di Badut 494 Mobile Community yang bermisi kebersamaan, persaudaraan dan silaturahmi diantara sesama anggota ini. Diharapkan anggotanya juga bisa bersendau gurau dan memberikan bantuan jika ada orang lain yang mengalami masalah di jalan, seperti kendaraannya mengalami mogok.

Uniknya, dari memberikan bantuan kepada orang yang mengalami masalah di jalan raya, Badut 494 Mobile Community malah disebut ‘derek liar’ oleh komunitas radio komunikasi yang sudah tenar dan senior di Indonesia.
Brik---brikk--Brik---brikk--“Tapi kita cuek saja. Bahkan dari derek itu kita mengadakan kopi darat pertama di Hartz Chicken Kuningan Jakarta,” jelasnya.

Menurut Taufik, Badut 494 Mobile Community disebut derek liar juga karena sering menggunakan frekwensi komunitas radio yang sudah tenar tersebut. Namun, Badut 494 Mobile Community beralasan menggunakan frekwensi tersebut juga karena ingin memberikan bantuan tidak bermaksud yang lainnya.

Selama ini Badut 494 Mobile Community yang dibentuk tahun 2005 juga telah melakukan berbagai kegiatan sosial. Hampir setiap terjadi bencana alam, mereka selalu turut serta membantu meringankan penderitaan para korban. Yakni, dengan memberikan bantuan sembako atau uang.
“Kita kirim beberapa orang untuk memberikan bantuan. Jadi komunitas ini bukan sekedar hura-hura tapi dari sisi kemanusiaanya juga ada,” jelasnya.


‘Jadi Badut’
Bakti sosial...Bakti sosial...Terkait nama Badut yang melekat dalam komunitas ini, menurut Taufik, istilah Badut tercipta secara tidak sengaja. Saat itu, ketika berkumpul di salah satu rumah penggemar radio komunikasi yakni; di rumah Om Dora yang dihadiri  Om Bebi, Om Daffy, Om BeGe, Om Guntur dan Om JeKa- melihat selebaran jasa panggilan BADUT yang ditempel di dinding pagar rumah Om Dora.

“Ternyata semua anggota setuju sehingga esoknya kami ‘berceloteh’ ala Badut di 494. Bahkan Om BeGe yang paling getol menjiwai per-badut-an  sampai-sampai mencetuskan istilah ' belum sah masuk ke 494 kalo belum berhati badut ',” jelasnya.

Maksud dari istilah tersebut adalah selalu riang, menghibur dan menyenangkan. Hal inilah yang menjadi identitas nuansa komunikasi di 494. Alhasil, karakter badut pun dituangkan dalam bentuk design yang gambarnya ditempel di mobil, baju atau kaos.

BaksosBaksosTidak itu saja, anggota Badut 494 Mobile Community juga kerap disebut Jin. Hal itu dikarenakan tiba-tiba anggota menghilang dari udara.

“Kita menghilang karena sudah sampai di kantor. Ketika sampai di kantor memang tidak memberitahukan kepada yang lain, sehingga disebut Jin,” ungkapnya.

Pada awalnya, Badut 494 Mobile Community dibentuk oleh beberapa komunitas mobil seperti Mazda, Taruna, Terios, Rush, Avanza, Xenia dan Corolla. Namun, seiring berjalannya waktu dan sangat pentingnya berkomunikasi lewat radio, kini anggota Badut 494 Mobile Community juga memiliki anggota dari komunitas sepeda motor.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar