Lelaki yang cukup dikenal penggemar motor balap seantero Jabodetabek ini adalah Eko Aryanto. Eko adalah mekanik dan pemilik bengkel Satelite Jaya Motor yang terletak di Jl Raya Parung Serab/Kota Kembang Rt 03/04 Tirtajaya Depok. Karena ketenarannya mengoprek mesin motor, hampir setiap hari bengkel lelaki muda ini selalu dipenuhi penggemar motor balap dari berbagai daerah. Biasanya, mereka meminta motornya dirubah mesinnya (tune up) sehingga bisa berlari kencang dan menjadi juara dalam berbagai even drag race.
Selama tiga bulan, sulung dari empat bersaudara ini menekuni profesi menjadi penjaga rumah orang bule dikawasan Kuningan Jakarta Selatan. Namun, merasa tidak cocok dengan pekerjaannya yang awalnya selalu berkecimpung dengan dunia mesin.
Lelaki kelahiran Cilacap 7 Januari 1987 ini pun memutuskan untuk mengundurkan diri menjadi security.
Setelah tidak bekerja, Eko pun menganggur di rumah. Namun, hal tersebut tidak berlangsung lama karena setelah satu bulan jobless, Eko langsung mendapat tawaran untuk menjadi mekanik di Ahon Motor. Mungkin karena otomotif dunianya, selama 3,5 tahun Eko pun mengabdi di bengkel yang khusus menangani perbaikan sepeda motor tersebut.
Seiring terkenalnya Ahon Motor, nama Eko pun mulai diperhitungkan bagi penggemar motor drag race. Hampir semua penggemar balapan motor yang ada di Jabodetabek, Semarang, Yogyakarta, Riau dan Sulawesi pasti mengenal Eko, tukang setting mesin motor yang menjadi mekanik di Ahon Motor.
Merasa kemampuan dirinya tidak bisa berkembang. Tahun 2009, Eko mengundurkan diri secara baik-baik dari Ahon Motor. Ada perasaan sedih ketika harus berpisah dengan bengkel Motor yang telah membesarkan namanya. Namun, hal tersebut harus diputuskan demi kemajuan agar dirinya bisa berkembang lagi.
Chief Mekanik
“Saya ditawari jadi chef mekanik tapi biaya hidup di sana kan besar. Jadi saya tolak, lebih baik di daerah sini saja, biaya hidupnya ringan,” ungkap lelaki berzodiak Capricorn ini.
Dengan modal Rp 3,5 juta, Eko pun membuka bengkel hingga sekarang. Bengkelnya saat ini merupakan bekas temannya yang mengalami sekarat karena akan bangkrut. Namun dalam hitungan bulan, bengkel tersebut kini malah mendatangkan keuntungan yang besar dan bisa menggaji dua karyawan yakni Andre dan Wawan Prestiawan.
“Alhamdulillah dari hasil bengkel ini bisa bantu orang tua dan adik-adik sekolah,” jelasnya.
Namun semua ukuran yang tidak standar tersebut juga harus diimbangi dengan pemasangan atau penempatannya. Jika tidak tepat memasangnya maka jangan harapkan motor bisa berlari kencang. Karena yang didapat adalah motor malah mogok di tengah jalan.Apalagi dalam mengoprek motor tergantung keahlian mekanik. Dalam hal ini mekanik banyak menggunakan feeling untuk mendapat settingan yang tepat.
“Jadi semua itu tergantung masangnya, karena harus ada pengukuran yang sempurna biar larinya bisa kencang,” pungkasnya.
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusSatelite Jaya Motor maju terus gas poolllllllllllllllllllllllllllllll
BalasHapus