Satu diantara pemasak daging bebek yang sebelumnya dikenal alot dan amis menjadi nikmat adalah Yahun (35) yang membuka rumah makan dengan menu Bebek Goreng Cabe Hijau. Rumah makan ini terletak di Jl Raya Bogor KM 26 Ciracas Jakarta Timur atau dekat Gelael Supermarket.
Yahun meracik daging bebek menjadi nikmat dan asoy dikarenakan racikan sambalnya yang berbeda dengan pedagang bebek pada umumnya. Perbedaan tersebut dilihat dari cabe hijau dan sambel joss. Dua sambel ini menjadi ikon rumah makan Yahun karena hingga saat ini belum ada rumah makan menu bebek yang menggunakan dua sambel tersebut.
Sambal diracik/ Foto: Safari
"Setelah saya keliling menjajal masakan bebek yang ada di Jakarta, ternyata tidak ada bedanya, semua sama. Saya menilai sambel yang saya ciptakan itu yang membuat masakan bebek ini berbeda," kata Yahun.
Ia menjelaskan, cabe hijau adalah adopsi dari sambel bebek yang sudah terkenal di Pulau Dewata Bali. Sedikitnya ada 20 item rempah untuk membuat sambal cabe hijau. Racikan rempah - rempah itulah yang membuat cabe hijau buatan Yahun ini menjadi nikmat.
Sementara sambel joss adalah idenya dari sambel bawang. Bedanya, sambel joss buatan Yahun ini ditambahkan dengan minyak panas yang diambil dari sisa menggoreng bebek. "Biasanya ketika minyak goreng panas disiramkan ke cabe yang diulek maka akan timbul suara cess," ungkapnya.
Memang keti
ka menikmati bebek goreng dengan dua sambel yang dihidangkan dalam dua cobek berukuran kecil ini. Rasa nikmat cabe hijau luar biasa. Aroma dan rasa rempah- rempahnya sangat terasa sekali. Sedangkan sambel joss memiliki cita rasa yang pedas tapi hal itu tidak menyurutkan rasa nikmat dari bebek tersebut.
Ketika menyambangi rumah makan Yahun, sudah banyak pelanggan yang antri untuk menikmati bebek goreng buatannya.Bahkan diantara mereka ada yang minta dibungkus untuk menikmati bebek goreng di rumah.
Mengenai harga bagaimana? Jangan takut, karena semua bebek goreng tersebut baik yang potongan dada, paha dan sayap semunya dipatok dengan harga Rp 16 ribu. Lagi pula, harga tersebut tidak terlalu mahal untuk dapat menyantap bebek goreng racikan Yahun yang lezat.
Nuansa sederhana, tapi minus parkir/ Foto: SafariAgar tidak menimbulkan kesan mahal, ia juga membuat konsep rumah makannya secara tradisional berupa atap depan dari rumbia dan meja dari kayu. "Konsep tradisional ini agar tidak menimbulkan kesan mahal sehingga siapapun bisa menikmati bebek goreng disini," ungkapnya.
Tapi, ada satu kekurangan dari rumah makan Yahun ini, yakni tempatnya yang tidak memadai. Tercatat, tempat tersebut hanya mampu menampung 12 pelanggan dengan empat meja saja. Sementara pelanggan yang membawa kendaraan roda empat harus memeras otak untuk mencari parkir.
"Ada pelanggan yang bilang, rasa bebek ini sudah luar biasa. Tapi, ada satu yang kurang yaitu tempat yang tidak memadai dan tidak adanya lahan parkir," ungkap Yahun berintropeksi.
Yahun meracik daging bebek menjadi nikmat dan asoy dikarenakan racikan sambalnya yang berbeda dengan pedagang bebek pada umumnya. Perbedaan tersebut dilihat dari cabe hijau dan sambel joss. Dua sambel ini menjadi ikon rumah makan Yahun karena hingga saat ini belum ada rumah makan menu bebek yang menggunakan dua sambel tersebut.
"Setelah saya keliling menjajal masakan bebek yang ada di Jakarta, ternyata tidak ada bedanya, semua sama. Saya menilai sambel yang saya ciptakan itu yang membuat masakan bebek ini berbeda," kata Yahun.
Ia menjelaskan, cabe hijau adalah adopsi dari sambel bebek yang sudah terkenal di Pulau Dewata Bali. Sedikitnya ada 20 item rempah untuk membuat sambal cabe hijau. Racikan rempah - rempah itulah yang membuat cabe hijau buatan Yahun ini menjadi nikmat.
Sementara sambel joss adalah idenya dari sambel bawang. Bedanya, sambel joss buatan Yahun ini ditambahkan dengan minyak panas yang diambil dari sisa menggoreng bebek. "Biasanya ketika minyak goreng panas disiramkan ke cabe yang diulek maka akan timbul suara cess," ungkapnya.
Memang keti
Ketika menyambangi rumah makan Yahun, sudah banyak pelanggan yang antri untuk menikmati bebek goreng buatannya.Bahkan diantara mereka ada yang minta dibungkus untuk menikmati bebek goreng di rumah.
Mengenai harga bagaimana? Jangan takut, karena semua bebek goreng tersebut baik yang potongan dada, paha dan sayap semunya dipatok dengan harga Rp 16 ribu. Lagi pula, harga tersebut tidak terlalu mahal untuk dapat menyantap bebek goreng racikan Yahun yang lezat.
Tapi, ada satu kekurangan dari rumah makan Yahun ini, yakni tempatnya yang tidak memadai. Tercatat, tempat tersebut hanya mampu menampung 12 pelanggan dengan empat meja saja. Sementara pelanggan yang membawa kendaraan roda empat harus memeras otak untuk mencari parkir.
"Ada pelanggan yang bilang, rasa bebek ini sudah luar biasa. Tapi, ada satu yang kurang yaitu tempat yang tidak memadai dan tidak adanya lahan parkir," ungkap Yahun berintropeksi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar