Kamis, 07 April 2011

REMC, Bikers Chopper yang Suka 'Gaul'

Mereka tampil garang dengan berbagai aksesoris yang kerap dikenakan bikers motor besar, seperti sepatu boats, rompi klub berlogo tengkorak bertanduk dan rantai yang dikaitkan ke dompet...

Tampil layaknya bikers 'Moge' menjadi ciri khas/ Foto2 DokTampil layaknya bikers 'Moge' menjadi ciri khas/ Foto2 DokTapi, itu hanya tampilan luar saja, karena para penggemar motor chopper yang tergabung dalam Road Eagle Motorcycle Club (REMC) ini kerap berkunjung ke komunitas motor chopper di daerah. Tujuannya, tak lain menjalin silaturahmi demi mempererat persahabatan dan persaudaraan.

Terbukti, setiap komunitas penggemar motor besar yang ada di daerah mengadakan acara. Seperti ulang tahun atau yang lainnya, maka REMC datang untuk memberikan penghormatan. Diantara komunitas motor besar atau chopper yang pernah mereka kunjungi adalah MMC Outsiders Sumedang, Mad Elephant Lampung, Blind Eagle, Bike Art Soul, dan Bikers Brotherhood.

Aksesoris..Aksesoris..“Kami selalu keliling daerah untuk memperkenalkan Road Eagle Motorcycle kepada komunitas motor besar lainnya,” kata Rudi Hart (53), pendiri REMC saat ditemui TNOL (6/4).

Di jalan...Di jalan...Setidaknya hampir semua daerah yang ada di Pulau Sumatera, Jawa-Bali dan Sumbawa pernah dikunjungi REMC. Pada tanggal 8 dan 14 April nanti, REMC juga akan mengunjungi Palembang Sumatera Selatan dan Yogyakarta. Itu belum dengan kunjungan REMC ke daerah sekitar Jabodetabek.

Menurut Rudi, kunjungan ke daerah yang dilakukan REMC guna merangkul semua bikers yang ada di Indonesia. Oleh karena itu, apapun merk dan jenis sepeda motor bukanlah menjadi kendala bagi REMC. Saat ini saja, anggota yang tergabung dalam REMC memiliki berbagai macam merk dan jenis sepeda motor. Namun, semua motor tersebut telah dimodifikasi atau di chopper menyerupai motor Harley Davidson.

Logo..Logo..“Jenis dan merk motor bukan masalah di REMC, yang penting jiwanya bikers,” tegas lelaki kelahiran Surabaya, 21 Februari 1958 ini.
Tidak mempersalahkan merk dan jenis sepeda motor membuat REMC bermotto “di jalan kita bersatu, walaupun motor berbeda. Road Eagle Forever, Forever Road Eagle.” Sementara visi misi REMC adalah  membangun citra bikers bersama guna membina rasa kebersamaan dalam suka dan duka.

“Saat ini anggota REMC sudah 160 orang dengan latar belakang profesi yang berbeda. Motor mereka juga ada yang buatan Jepang, Inggris dan Amerika,” ungkap ayah dua anak ini.






Dikunjungi Road Eagle Jerman
Foto bareng Road Eagle Jerman..Foto bareng Road Eagle Jerman..Karena kerap mengunjungi berbagai komunitas motor besar di Indonesia, ternyata membawa  keberkahan tersendiri buat REMC. Pada tanggal 25-30 Maret 2010, REMC mendapat kunjungan kehormatan dari Road Eagle Chapter Kampten Jerman. Kala itu, Road Eagle Chapter Kampten Jerman yang berkunjung ke REMC ada tiga orang yakni, Morizt Lang alias Jagger, Billy dan Eva.

“Kunjungan Road Eagle Jerman ke REMC dari hasil chating. Ternyata mereka tertarik dengan persamaan nama komunitas yakni Road Eagle,” kata Rian Leleng, Presiden REMC.

Menurut Rian, Road Eagle Jerman juga akan kembali mengunjungi REMC pada tanggal 13-15 April 2011. “Makanya kami mohon support dari semua karena ini momen bagus untuk REMC dan Indonesia di mata mereka,” jelasnya.

Parkir...Parkir...Terkait dengan nama Road Eagle, Ryan menuturkan, nama tersebut diambil dari nama aksesoris yang diproduksi Art Studio Group (ASG) milik Rudi Hart. ASG memproduksi berbagai aksesoris bikers, seperti gelang, kalung, dompet, tas dan slayer. ASG kerap menjadi fasilisator dalam berbagai kegiatan motor besar sehingga aksesoris ASG diabadikan menjadi klub motor besar bernama Road Eagle Motorcycle Club (REMC) pada tanggal 17 Agustus 1997.
Adapun markas REMC terletak di Jl Selamet No 9 Guntur Jakarta Selatan. Saat ini REMC baru memiliki tiga chapter, yakni Jakarta, Bekasi, dan Cibinong. Selanjutnya akan dibuka juga chapter Tangerang, Depok dan Bogor.
Di markas...Di markas...
“Insya Allah, selanjutnya Surabaya. Saya ingin daerah-daerah di Jawa dijadikan chapter semua. Setelah itu ke Sumatera,” papar Rian yang diamini Rudi Hart.

Untuk menepis kesan arogan yang terdapat di komunitas motor besar, REMC juga kerap menggelar berbagai kegiatan sosial. Setiap bulan puasa, REMC menggelar puasa on the road, mengunjungi panti asuhan dan membantu korban bencana alam.

“Kita bukan Geng Motor tapi Klub Motor yang selalu berbuat positif untuk orang lain,” ujar Rudi Hart mantap.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar