Kala itu personil NKOTB yang terdiri dari Jonathan Knight, Donnie Wahlberg, Joey McIntyre, Danny Wood dan Jordan Knight langsung menjadi idola tak cuma bagi kaum hawa, kaum adam pun ikutan mengagumi.
Serunya, komunitas yang digawangi Harry Baskoro Adiyanto ini anggotanya kebanyakan perempuan. Bisa dimaklumi, pasalnya personil NKOTB selain memiliki vokal yang handal, wajah mereka pun bikin kesengsem banyak wanita. Bahkan beberapa orang sempat pingsan kala menyaksikan aksi panggungnya beberapa waktu lalu. Untuk itulah, Harry yang akrab dengan sapaan Buzzy ini merasa beruntung berada diantara banyak wanita anggotanya.
“Kalau sudah ngumpul seru banget karena nggak cuma anak muda, kaum ibu pun ada, antusiasme mereka terhadap NKOTB luar biasa,” ungkap Buzzy saat ditemui dalam acara temu komunitas di Jakarta.
Menurut lelaki yang saat ini bekerja sebagai Corporate Communication di sebuah bank swasta di Bandung ini, saat ini anggota forum tersebut berjumlah sekitar 583 orang yang tersebar dari seluruh pelosok Indonesia dan luar negeri. Dan, antar mereka selalu mengadakan interaksi.
Berburu ke Luar Negeri
Saat ini Buzzy mengoleksi berbagai macam album NKOTB dari rilisan yang pertama hingga yang keluaran terbaru. Koleksinya antara lain New Kids On The Block (1986), Hangin' Tough (1988), Merry, Merry Christmas (1989), Step By Step (1990), No More Games/The Remix Album (1991), Face The Music (1994), Greatest Hits (1999) dan The Block (2008).
Ketika NKOTB pecah tahun 1994 dan diantara personilnya ada yang bersolo karir, Buzzy pun mengoleksi album-albumnya seperti album The Fix (Jordan Knight), 8.09 dan Talk to Me (Joey McIntyre). Sedikitnya ada sekitar 60 album NKOTB dan personil NKOTB saat bersolo karir baik yang berbentuk CD atau DVD yang telah dikoleksi Buzzy.
Dengan telaten Buzzy menceritakan setiap album NKOTB yang didapatnya dengan susah payah. Dikatakan susah payah karena perburuannya ada yang sampai ke luar negeri. Ada yang bertepatan saat bertugas keluar negeri ada pula yang memang sengaja ia buru. Yang seru, untuk mendapatkan album salah satu personil NKOTB yang tak ada di toko-toko ternama ibukota, justru dia mendapatkannya di sebuah toko musik kecil di kawasan Rawamangun, Jakarta.
Saat ini Buzzy sedang berburu album NKOTB pasca pecahnya grup boyband ini tahun 1994. Konon, album itu sangat bagus dan punya kenangan khusus, sayangnya label Indonesia enggan mengedarkan album ini, padahal Buzzy sangat berminat. Alhasil, dia harus berburu ke luar negeri.
Media Online Sangat Membantu
Buzzy mengaku, mengoleksi album dan aksesoris NKOTB karena tertarik dengan trend musik yang dibawakan NKOTB, seperti koreografi dan lagu-lagunya yang umumnya fenomenal. “Saya kenangannya lebih ke musik dan style-nya,” kata Buzzy.
Bagi Buzzy, NKOTB itu sangat fenomenal terbukti hampir semua aksesoris yang dikenakan NKOTB seperti baju, sepatu dan topi menjadi rujukan remaja untuk menirunya. Contohnya sepatu Docmart yang dikenakan mereka, hampir semua remaja perempuan dan laki-laki memburunya.
“Kala itu sepatu Docmart sangat luar biasa. Saya sempet banget kepengen punya sepatu Docmart,” kenang lelaki kelahiran Jakarta, 2 Desember 1976 ini.
“Dulu susah banget kalau pengen dapat ini dan itu. Video koreografi saja susah banget. Sekalinya dapat VHS, itu pun yang punya hanya orang-orang tertentu,” paparnya. Sekarang, pastinya tidak karena komunikasi di dunia maya banyak membantu.
Jangan bicara keuntungan materi untuk kegiatan yang satu ini karena latar belakangnya adalah kepuasan batin. Bahkan kalau untuk diukur secara materi kadang tak masuk akal, misal ia pernah harus mengorek kocek hampir Rp 2 juta untuk sebuah DVD NKOTB. Namun, keuntungannya, ia bisa memiliki album tanpa membeli alias gratis. “Jadi, kita ambil untungnya saja yaitu saya bisa dapat album gratis,” ungkapnya.
Era NKTOB memang telah berlalu, namun bukan berarti jejak boyband ini akan terhapus atau mati. Namun dengan hadirnya boyband SM*SH di tanah air, bisa jadi momentum kebangkitan kembali NKOTB.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar