Kampiun dibidang menembak tak membuat Fierly jumawa, justru dirinya terlihat kalem. Pun ia ogah petantang-petenteng bak Cowboy yang dapat merusak citra sendiri....
Dialah Fierly Aziz, Kepala Bidang Airsoft Pengda DKI Jaya, Perbakin. Ditemui TNOL akhir Maret lalu, Fierly menuturkan sejumlah prestasi yang berhasil didapatnya ketika mengikuti berbagai kejuaraan tembak reaksi. Diantara prestasi yang berhasil diperoleh adalah Kapolri Cup 2010, Pangdam Cup, Jakarta Anniversary 2010 dan Ascot 2008 – 2010.
Sementara kejuraan internasional yang berhasil disabetnya adalah dalam kejuaraan Clarence LAI 2011 Open C Class yang berlangsung di Thailand. “Juara yang didapat masih kategori C grade,” kata Fierly Aziz merendah.
“Kemenangan didapat karena latihan dilakukan terus menerus. Bisa juga karena saya lebih duluan mengenal IPSC dibanding teman-teman lain-lainnya,” papar Fierly mengungkapkan sedikit rahasianya mendapatkan juara.
Ia mengakui, kepiawaiannya menembak reaksi cepat karena sejak usia 5 tahun sudah diajarkan menembak oleh Azdin Aziz, ayahnya. Saat itu senjata pertama yang dikenalkan ayahnya adalah senapan angin. Selain itu, sang ayah juga kerap membelikan berbagai mainan dalam bentuk pistol atau senapan laras panjang.
Ternyata aksinya main tembak-tembakan membuat teman-teman sekitar rumahnya tertarik. Mereka pun mengikuti langkah Fierly Aziz kecil untuk main tembak-tembakan di sekitar rumahnya di kawasan Kebon Jeruk, Jakarta Barat. Hobi menembak yang ditekuni Fierly semakin berlanjut dan tidak pernah pudar. Main tembakan-tembakan justru semakin mendarah daging dan merasuki jiwanya.
Ini dibuktikan ketika dirinya menuntut ilmu di Amerika Serikat. Di negeri Obama itu, ia juga kerap latihan menembak dengan peluru tajam yang dilakukan setiap weekend. Tidak itu saja, berbagai senjata yang beredar di negara adi kuasa pun pernah dijajalnya. Diantara senjapa api yang pernah digunakannya adalah Baretta, Thompson, Desert Eagle, Glock dan berbagai macam merk hand gun lainnya.
“Kita sewa dan beli peluru. Dari situ saya menekuni tembak target,” kata lelaki lulusan University of Central Oklahoma ini.
Merasa tertantang dalam aksi main tembak-tembakan, Fierly pun menjajal kategori menembak lainnya yakni tembak reaksi. Apalagi dalam tembak reaksi ada beberapa prestasi yang disematkan jika hasilnya memuaskan. Dalam tembak reaksi ternyata kemahiran Fierly semakin teruji. Bahkan nama Fierly semakin diperhitungkan sehingga semakin dikenal masyarakat luas.
Saat ini berbagai unit airsoft dalam berbagai jenis dan type pun telah dikoleksi lelaki yang selalu berpampilan cepak ini. Sedikitnya ada sekitar 14 unit airsoft yang telah dikoleksi dan kerap digunakan untuk latihan, seperti SIG 552, M4, AK, MP5K, 1911, Glock, Beretta, revolver, Hi-Capa, Jim Boland Custom, STI Custom dan Infinity Shibuya Custom.
Sementara custom atau pakaian airsoft yang telah dimilikinya adalah MCCUU Marpat Woodland dan Desert, SWAT serta US Woodland. “Saya hunting semua keperluan airsoft, kebanyakan di dalam negeri. Kalau aksesoris ada yang dari luar negeri seperti Hongkong, Taiwan dan Jepang,” jelas lelaki yang juga lulusan dari Universitas Trisakti ini mantap.
Fierly menuturkan, menyukai airsoft karena pada dasarnya ia suka menembak. Apalagi semua keperluan untuk menembak juga telah tersedia secara lengkap. Karena sudah sangat mencintai menembak maka Fierly pun bergabung di Action Air Internasional Practical Shooting Confederation (AA IPSC).
“Dalam menembak, ada faktor utama yang harus dikalahkan yakni emosi,” tegas lelaki yang menjabat Ketua Airsoft Perbakin Pengda DKI JAYA ini.
Emosi setiap penembak harus dikontrol dan dikendalikan. Karena bila tidak maka hasil yang dicapainya akan kacau sehingga akan merugikan diri sendiri.“Kalau kita tidak bisa kontrol malah nembaknya bisa ngaco karena kepengen cepat. Makanya harus mengontrol diri agar hasilnya maksimal,” paparnya.
Redam Emosi
“Kalau menurut saya yang show off itu kembali pribadi masing-masing. Kita semua maunya airsoft seperti apa. Kalau mau show off silakan, tapi di koridor tertentu misalnya di lapangan waktu skirmish. Tapi kalau di tempat umum seperti di parkiran, kampus atau di mall, kayaknya, itu minta ditangkap karena bukan ditempatnya,” ujarnya.
Fierly mengungkapkan, adanya orang-orang yang suka pamer unit airsoft sehingga membuat pihak lain ketakutan, karena tidak tergabung dalam team airsoft.
“Jadi orang yang menyalahgunakan unit airsoft karena belum tergabung dalam team. Sehingga bisa memena-mena. Jadi menurut saya sebaiknya semua penggemar airsoft masuk team yang dinginkan supaya tidak liar,” ujarnya.
Pada dasarnya, lanjut Fierly, aturan yang dibuat team adalah untuk menjaga ketertiban, nama baik team dan nama baik anggota juga. Oleh karena itu dalam team airsoft, ada aturan yang melarang anggota untuk pamer unit sekedar untuk bergaya ditempat yang tidak semestinya.
“Makanya sebisa mungkin kita merangkul para airsofter yang belum mempunyai team. Kita bukan mengikat, tapi merangkul, daripada main tidak ada juntrungan mari kita main bareng. Lo, enggak perlu gabung kalau memang enggak cocok, yang penting kita main bareng saja. Dalam team juga ada aturan dasar yang bertujuan baik, yakni kalau kemana-mana AEG atau GBB ditaruh para tempat yang semestinya jangan dipamer,” tandasnya
Tidak ada komentar:
Posting Komentar