Rabu, 26 Januari 2011

Mantapnya Makan Soto Kompeni yang Rendah Lemak


Foto: Safari SidakatonFoto: Safari SidakatonSOTO  merupakan masakan yang sudah tidak asing lagi bagi masyarakat Indonesia. makanan berkaldu ini sangat beragam  seperti soto betawi, soto bogor, soto kudus, soto lamongan dan soto madura hingga mengambil nama dari bahan-bahan yang digunakan seperti soto ceker, soto babat dan soto ayam.

Kini, penggemar makanan soto pun disuguhkan dengan varian yang baru dan unik. Nama soto tersebut adalah Soto Kompeni. Soto ini bisa ditemui di Jl Kapten Tendean 18 B Jakarta Selatan atau tepatnya diseberang pom bensin Shell Tendean, Jakarta Selatan. Soto Kompeni memang beda dengan soto pada umumnya yakni  kuahnya yang ditambah kremer atau susu.
Foto: Safari SidakatonFoto: Safari Sidakaton

“Soto Kompeni bedanya dikuahnya. Kalau soto betawi kuahnya terbuat dari santan maka Soto Kompeni dari kremer,” kata Ibu Winarto, penjual Soto Kompeni medio Januari lalu.

Selain kuahnya terbuat dari kremer, ada juga perbedaan lainnya yakni Soto Kompeni diberikan minyak samin. Minyak samin digunakan agar rasanya lebih gurih dan sebagai penetral berbagai rempah yang menjadi bumbu di Soto Kompeni. Diantara rempah-rempah yang digunakan adalah bawang putih yang aromanya sangat kuat.
Foto : Safari SidakatonFoto : Safari Sidakaton
“Daging di Soto Kompeni juga pilihan karena menggunakan daging has sapi yang rendah lemak,” ungkapnya.Secara kasat mata, Soto Kompeni memang tidak terlihat beda dengan soto lainnya. Apalagi bahan-bahan yang digunakan juga sama seperti daging, kentang, tomat, daun bawang dan daun merah.

Namun ketika disantap dan dinikmati maka perbedaan tersebut sangat terasa.
Perbedaan sangat terasa ketika menyantap kuahnya yang terbuat dari kremer dan minyak saminnya. Rasanya sangat lembut dan tidak membuat bosan. Tidak heran, setiap harinya kedai yang buka selama 24 jam ini selalu didatangi pelanggan dari berbagai kalangan. “Banyak yang menikmati Soto Kompeni dari kalangan Tionghoa. Kalau orang Tionghoa saja sudah banyak menikmati berarti rasa Soto Kompeni bisa diterima,” papar Winarto bangga.
Foto: Safari Sidakaton.Foto: Safari Sidakaton.

Menurut Winarto, ide pembuatan Soto Kompeni berawal dari kebiasaannya memakan berbagai makanan yang mengandung lemah tinggi seperti soto betawi, soto makasar dan tongseng. Karena sering memakan makanan tersebut membuat jantung Winarto mengalami gangguan.

Karena tidak ingin kenikmatannya memakan soto menjadi kendala maka Winarto membuat kreativitas yakni tetap makan soto namun dengan kandungan lemah yang rendah. “Kalau makan soto betawi jarang ada yang nambah. Tapi kalau makan Soto Kompeni pasti nambah,” tegasnya.
Foto : Safari SidakatonFoto : Safari Sidakaton

Terkait dengan penamaan Kompeni pada soto, sambung Winarto juga bukan berarti berasal dari Belanda. Penamaan Kompeni karena merupakan gabungan dari berbagai bumbu atau rempah yang menjadi penyedapnya. “Bumbunya sama dengan soto betawi, bedanya di Soto Kompeni lemaknya kita hilangkan,” jelasnya.

Untuk bisa menikmati Soto Kompeni ini ada tiga pilihan porsi yakni Kapten, Sersan dan Serdadu. Jika memilih Soto Kompeni dengan porsi Kapten-karena ukurannya lebih besar  maka harganya Rp 20 ribu. Sementara Soto Kompeni Sersan harganya Rp 16 ribu dan Soto Kompeni Serdadu harganya Rp 12 ribu. “Harga itu belum dengan nasi. Kalau dengan nasi nambah Rp 3 ribu,” ujarnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar