Minggu, 02 Januari 2011 17:10
Biaya tambahan ini dilakukan oleh Agus (32), pedagang soto mie Bogor, yang setiap hari mangkal di Gang Syawal, Pekayon, Pasar Rebo, Jakarta Timur. Agus mengaku menerapkan biaya tambahan, karena mengantisipasi kenaikan harga cabe yang terus membubung. Apalagi pendapatan yang diperolehnya tidak mengalami kenaikan, alias masih biasa saja.
Harga satu porsi soto mie Bogor + nasi yang dijual Agus adalah Rp. 8 ribu. Jika minta sambal hingga mencapai 3-4 sendok, maka uang yang dikeluarkan untuk menikmati sotonya, adalah Rp. 9 ribu. Itu belum termasuk dengan harga minuman, soft drink, yang dijajakannya.
Trik untuk mengantisipasi kenaikan harga cabai juga dilakukan oleh Edi (33), pedagang gorengan yang biasa mangkal di depan Komplek Pertokoan DBest, Fatmawati, Jakarta Selatan. Bila sebelumnya Edi memberikan cabai berapa pun kepada setiap pembeli, maka sejak harga cabai terus meningkat, Edi hanya memberikan cabai kepada konsumen yang membeli gorengan di atas harga Rp. 5 ribu.
“Sekarang cabai rawit sudah Rp. 60 ribu sekilo. Yang ada, keuntungan yang saya peroleh hanya untuk beli cabai,” jelasnya.
Namun Edi mengaku tidak tega juga, ketika ada konsumen dengan uang yang pas-pasan, menikmati gorengannya namun tidak mendapatkan cabai. Bila sudah demikian, maka dengan terpaksa, Edi memberikan cabai hanya beberapa butir saja.
Namun jika beberapa pedagang menerapkan biaya tambahan atau mengurangi cabai atau sambal yang diberikan. Hal berbeda justru dilakukan Lili (26), pedagang mie ayam yang biasa mangkal di halaman Masjid Agung At-Tin, Jakarta Timur. Lili mengaku memberikan sambal beberapa pun yang diminta konsumen tanpa memungut biaya tambahan.
“Kasihan orang mau menikmati rasa pedas kok dikurangi. Yang penting mienya dimakan. Kalau sudah minta sambal tambahan tapi mienya tidak dimakan, itu yang membuat saya marah,” jelasnya.
Hal inilah yang membuat Lili membiarkan, dan tidak menerapkan biaya tambahan, ketika ada konsumen yang meminta agar sambalnya dilebihkan. “Ya mau gimana lagi, cabai sekarang sudah selangit,” paparnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar