Selasa, 04 Januari 2011

Muara Motor, 'Jawaranya' Bengkel Modifikasi Trail

Motor trail di bengkel Muara Motor sedang dimodifikasi/ Foto-foto: Safari TNOLMotor trail di bengkel Muara Motor sedang dimodifikasi/ Foto-foto: Safari TNOLBagi komunitas sepeda motor trail atau motor cross yang berada di Jabodetabek, Jawa dan Sumatera, pasti mengenal bengkel yang satu ini. Kenapa? karena bengkel ini menjadi salah satu rujukan untuk ‘membangun’ memperbaiki atau memodifikasi sepeda motor trail yang berada di wilayah tersebut.
Tak heran, pada akhir pekan atau hari libur bengkel ini menjadi tempat ngumpulnya para anggota komunitas sepeda motor trail. Adalah Muara Motor Bengkel yang terletak di Jalan Parung Serab RT 03/04 Tirtajaya Sukmajaya Depok. Pemilik bengkel ini adalah anak muda bernama Didi Hermansyah (28), putra asli Ciamis Jawa Barat.
Didi dan piala yang diraih bengkelnya..Didi dan piala yang diraih bengkelnya..Sudah enam tahun, Didi Hermansyah membuka bengkel yang mengkhususkan untuk sepeda motor trail. Didi, panggilan akrab lelaki  ramah ini mengaku membuka bengkel khusus sepeda motor trail setelah melepaskan hobinya terhadap mobil jeep. Apalagi ketika menekuni hobi mobil jeep tersebut, Didi mengalami kecelakaan hingga menyebabkan hidung tengkoraknya bergeser.
“Untuk main di jeep juga harus punya modal besar,” ujarnya kepada TNOL.
Berkat dorongan dari kedua orang tuanya, Didi pun beralih dari hobi mobil jeep ke sepeda motor trail dan bekerja pada bengkel sepeda motor di daerah Ciledug Tangerang. Berbekal menguasai mesin sepeda motor ditambah ingin mandiri, Didi pun berhenti pada bengkel tersebut dan membuka bengkel sepeda motor sendiri pada tahun 2004.
Perlu perhatian dalam 'meraciknya'Perlu perhatian dalam 'meraciknya'Berbagai prestasi telah didapat berkat kemahirannya ‘mengoprek’ sepeda motor trail, diantaranya adalah motor hasil ‘racikannya’ menjadi juara dikejuaraan motor cross dan adventure tingkat nasional baik untuk kategori standar, campuran dan modifikasi.
Menurut Didi, untuk membuat motor trail dari sepeda motor standar dengan mesin empat tak maka dibutuhkan waktu sedikitnya dua bulan. Lamanya waktu membangun sepeda motor trail karena berbagai komponen dari rangka hingga mesin harus dirubah sesuai dengan ukuran atau standar motor trail.
Sementara biaya untuk membangun sepeda motor trail secara keseluruhan dibutuhkan anggaran sedikitnya Rp 50 juta. Sementara, biaya yang dibutuhkan untuk membuat sepeda motor trail dari sepeda motor standar sedikitnya Rp 5-6 juta.
Dibanjiri order..Dibanjiri order..
“Untuk main sepeda motor trail memang harus siap dana. Karena banyak biaya tidak terduga yang harus dikeluarkan,” ujar lelaki kelahiran 27 Juni 1983 ini meyakinkan.
Dibanjiri Order
Sebagai bengkel dengan modal awal Rp 30 juta, Didi mengakui ada kekurangan di bengkelnya. Diantaranya, masalah peralatan, seperti kunci yang tidak komplet dan space atau tempat yang tidak memadai. Dari tempat yang tidak memadai inilah banyak sepeda motor trail yang harus parkir di luar area ketika sedang menunggu giliran untuk ‘ditangani.’
Muara motor langganan juara...Muara motor langganan juara...Karena kemahirannya mengoprek sepeda motor trail, jangan kaget kalau setiap minggunya bengkel Didi selalu kebanjiran order. Dibantu dua mekanik yakni Jajang dan Jaka Ria, setiap minggunya bengkel tersebut menangani sedikitnya 5-6 unit sepeda motor trail. Sedangkan jenis sepeda motor adventure yang ditanganinya sekitar 10 unit setiap minggunya.
“Saya akui ada kekurangan di bengkel ini. Tapi, soal kemampuan boleh diadu dengan bengkel lain,” papar lelaki yang hanya lulusan Madrasah Tsanawiyah (setingkat SMP) ini mantap.
Motor trail racikan Muara Motor bengkel... Motor trail racikan Muara Motor bengkel... Kemampuan yang dimaksud adalah menciptakan sepeda motor trail hingga bisa menjuarai berbagai event motor cross dan adventure. Itu terbukti, diantara piala yang telah disabet bengkelnya adalah piala FFA tingkat nasional untuk jenis sepeda motor campuran, standar dan modifikasi.
Uniknya lagi, untuk menciptakan sepeda motor trail tersebut, Didi hanya menggunakan alat pengukuran yang sederhana. Yakni, hanya berupa besi panjang yang disebut dengan besi siku. Dari besi siku tersebut akan diketahui posisi roda belakang dan depan secara tepat.
“99 persen ukuran dari besi ini bisa membuat sepeda motor trail simetris.”
Ia menambahkan, agar sepeda motor trail tetap bisa menjuarai berbagai event, selain didukung oleh joki yang handal maka perawatannya juga harus maksimal. Sedikitnya, dibutuhkan anggaran sebesar Rp 2 juta untuk membiayai pemeriksaan mesin, rangka dan membeli pelumas.
“Itu belum termasuk biaya tidak terduga yang harus dikeluarkan,” tandasnya.
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar