Para penggemar film super hero Jepang tersebut membentuk satu komunitas dengan nama Komutoku atau Komunitas Tokusatsu dalam bentuk forum online di web www.komutoku.com. Dengan menggunakan forum tersebut maka para anggota dapat saling berhubungan setiap waktunya untuk saling bertukar informasi; gambar; film; lagu, merencanakan kegiatan atau sekedar berbincang-bincang.
Komunitas tersebut dibentuk tanggal 8 Mei 2007 lalu di Jakarta. Saat ini total anggota Komutoku telah mencapai 4870 orang yang tersebar tidak hanya dari seluruh Nusantara tapi juga ada sebagian dari Singapura, Brunei, Malaysia dan Thailand. Para anggota ini terdiri dari pencinta film, kolektor, penjual action figures and toys, cosplayer, pembuat kostum, pembuat film dan tim aktor "stunt".
web serta forum sendiri sebagai tindak lanjut dari menjaga keutuhan Komutoku yang sudah terbentuk sebelumnya.
“Total anggota Komutoku mencapai 4870 orang dengan rincian 3013 orang terdaftar di forum, 1531 yang terdaftar di Facebook dan 326 yang terdaftar di Multiply. Mereka tersebar dari seluruh Nusantara dan sebagian dari Singapura, Brunei, Malaysia dan Thailand,” paparnya.
Sebagai komunitas, sambung Richfield, Komutoku dikelola secara organisasi oleh orang-orang yang memiliki minat yang besar terhadap Tokusatsu. Dengan pengorganisasian yang profesional tersebut maka bisa memberi kekuatan dalam mengelola komunitas. Namun, walaupun dikelola secara professional tapi menjalankannya dilakukan secara kekeluargaan.
“Inilah yang membedakan Komutoku dengan forum Tokusatsu lainnya. Tidak ada senoritas ataupun jurang pemisah lainnya bagi setiap anggota. Pengurus bukanlah sosok yang harus didewakan. Mereka dipilih bukan karena pengetahuan yang dalam di dunia Tokusatsu, tetapi karena mempunyai fasilitas dan waktu yang lebih sehingga dapat mengelola forum dengan baik di samping kecintaan atas hobinya dan akhlak serta moral yang terpuji,” jelasnya.
Terkait dengan visi dari Komutoku, Richfield menuturkan, Komutoku dibentuk untuk menggalang seluruh fans Tokusatsu serta mendukung dan menindak lanjuti apresiasi fans ke depannya. Sedangkan misinya adalah mengekspos eksistensi komunitas pada publik dengan memberikan pandangan baru terhadap film Tokusatsu sehingga keberadaan fans dan film di pasaran dapat memberi warna baru dalam industri perfilman di Indonesia.
Adapun genre Tokusatsu yang kerap menjadi pembicaraan para anggota Komutoku ada enam yakni, pertama, Kamen Rider (pengendara bertopeng), contoh : Ksatria Baja Hitam, Faiz, Blade. Kedua, Super Sentai (pasukan khusus super), contoh : Power Rangers, Goggle V. Ketiga, Metal Hero (pahlawan metal), contoh : Gavan, Sharivan, Jiban, Kabutack. Keempat, Ultraman (manusia ultra), contoh : Ultraman Tiga, Dyna, Gaia, Cosmos. Kelima, Kaiju (monster), contoh : Godzilla, Gamera, Mothra, KingKong versi Jepang, dan keenam, Other Hero* (pahlawan lain), contoh : Lionmaru, Megaloman, Garo, Sazer-X.
Sebagai komunitas, Komutoku juga telah melakukan berbagai kegiatan diantaranya mengadakan gathering yang dilakukan setiap 2 bulan sekali dengan acara wajib saling menukar koleksi film dan pamer koleksi mainan/merchandise Toku lainnya, mengikuti acara-acara bertemakan kebudayaan Jepang dengan membuka stand, ikut cosplay atau hanya menjadi pengunjung.
“Penghargaan terbaru diterima Komutoku dari Panitia ICE (Indonesia Consumunity Expo) yang dimotori oleh Prasetya Mulya Business School & GramediamKompas berupa piagam atas prestasi Komutoku di kompetisi Cosplay internasional, AFAX 2010,” jelasnya. Nah, untuk jelasnya dan tertarik untuk bergabung di Komutoku klik aja www.komutoku.com/forum, komutoku.multiply.com dan Facebook search : Komutoku.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar