Selasa, 04 Januari 2011

Komunitas Anti Rokok Indonesia (KARI), Target Menutup Pabrik Rokok

Foto : IstimewaFoto : Istimewa
DUKUNGAN terhadap perlawanan bahaya merokok sepertinya sudah semakin kuat belakangan ini. Apalagi berbagai pihak juga telah mengakui tentang bahaya merokok yang diantaranya bisa mempengaruhi penampilan karena akan membuat wajah cepat tua hingga dapat memperpendek usia seseorang.
Satu diantara yang mendukung terhadap bahaya merokok adalah  Komunitas Anti Rokok Indonesia (KARI). Bahkan komunitas ini telah melakukan berbagai kampanye untuk mengampanyekan berbagai macam bahaya merokok. Mereka kerap turun ke jalan membagi-bagikan brosur tentang tidak ada manfaatnya merokok dan penyakit apa saja yang diderita bagi perokok dan orang lain.
Foto : IstimewaFoto : IstimewaMenurut Ricky Cahyana, Sekretaris Jenderal Komunitas Anti Rokok Indonesia, dibentuknya KARI berawal dari saling memberi dukungan  tentang bahaya merokok pada group milis. Karena dukungan semakin banyak maka para penentang rokok ini membentuk group online di Facebook (FB).
“Ternyata dukungan semakin banyak, maka pada tanggal 28 Desember 2008, group ini menjadi organisasi dengan nama Komunitas Anti Rokok Indonesia,” kata Ricky Cahyana yang dihubungi TNOL beberapa waktu lalu.
“Dalam group ini, diharapkan kita semua yang punya kesadaran akan lingkungan, bisa ikut ambil bagian dalam menjaga lingkungan terutama dari asap rokok. Yang pasti teman-teman sudah tahu bahwa rokok sangat berbahaya, bagi lingkungan ataupun diri kita sendiri. Mulai sekarang mari hidup sehat tanpa rokok,” paparnya.
Foto : IstimewaFoto : IstimewaSaat ini KARI telah mendapat dukungan dari berbagai pemerintah daerah khususnya dinas kesehatan di Indonesia, seperti Aceh, Medan, Pekanbaru dan Lampung. Tercatat sudah 19 propinsi yang telah memberikan mendukungan terhadap KARI untuk terus melawan bahaya merokok.
Bukan itu saja, saat ini KARI juga telah menjalin kerjasama dengan Komisi Nasional Anak dan Badan Narkotika Nasional (BNN) untuk melawan bahaya merokok
“Kalau anggota KARI yang tercatat saat  ini sebanyak 3679 orang. Mereka berasal dari berbagai kalangan seperti mahasiswa, pelajar dan tokoh agama. Mereka memberikan dukungan terhadap berupa menuliskan berbagai literatur bahaya merokok di dinding FB KARI,” jelasnya.
Foto : IstimewaFoto : IstimewaRicky menilai, dukungan yang semakin banyak terhadap KARI karena sudah satu visi dan misi bahwa merokok sangat berbahaya bagi perokok itu sendiri maupun orang lain. Oleh karena itu, KARI kerap melakukan berbagai gerakan untuk melawan bahaya merokok.  Diantara gerakan yang dilakukannya adalah sosialisasi ke berbagai sekolah terutama di Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang berada di wilayah Bogor.
“Tahun depan kita akan melakukan kampanye anti merokok ke kampus-kampus,” tegasnya. Terkait dengan wilayah Bogor saja yang disosialisasikan tentang bahaya rokok, dengan merendah Ricky mengatakan, keberadaan KARI masih terbilang baru sehingga belum optimal bila keluar daerah. Namun pada masa mendatang KARI akan mengampanyekan bahaya merokok keluar daerah Bogor.
Foto : IstimewaFoto : IstimewaKetika ditanya apakah gerakan yang dilakukannya sebagai upaya untuk menutup pabrik rokok? Dengan tegas, Ricky mengatakan, penutupan pabrik rokok memang target KARI. Apalagi berbagai kompensasi yang dilakukan pabrik rokok tersebut tidak sebanding dengan dampak kerugian yang dialami masyarakat.
Foto : IstimewaFoto : IstimewaMengapa mempunyai target seperti itu? Alasan Ricky, karena saat ini jumlah perokok sangat banyak. Apalagi banyak iklan atau promosi rokok yang tidak ada batasannya sehingga membuat banyak anak-anak usia sekolah menjadi perokok aktif.
“Itu target jangka panjang sedangkan target jangka pendeknya adalah menekan jumlah perokok terutama anak-anak,” tegasnya.
Anda yang tertarik terhadap gerakan KARI dan ingin memberikan dukungan terhadap gerakannya? Silakan gabung di Face Book dengan menulis Komunitas Anti Rokok Indonesia (KARI). Anggota baru juga akan diberikan No.identitas keanggotaan dan Kartu anggota KARI.

1 komentar: